BUTON

Basarnas Tutup Operasi SAR La Jedi, Nelayan Buton Belum Ditemukan Setelah Sepekan Dicari

48
×

Basarnas Tutup Operasi SAR La Jedi, Nelayan Buton Belum Ditemukan Setelah Sepekan Dicari

Sebarkan artikel ini

BUTON – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Pasarwajo, Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, resmi ditutup pada Selasa (28/7/2026) setelah berlangsung selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menyatakan, hingga pukul 15.00 Wita, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat insiden man over board (MOB) atau diduga terjatuh dari perahu saat melaut.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan operasi SAR dihentikan karena telah memasuki hari ketujuh sesuai prosedur dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Dengan hasil pencarian nihil, Operasi SAR terhadap satu orang yang hilang di perairan Teluk Pasarwajo resmi dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Operasi dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Korban diketahui bernama La Jedi (43), warga Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Baubau, BPBD Buton, Polres Buton, Satuan Polair Polres Buton, Koramil, TNI AL Baubau, Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Sebelumnya, La Jedi dilaporkan hilang setelah pergi melaut untuk memancing menggunakan longboat pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Korban menuju sebuah rumpon di kawasan Teluk Pasarwajo.

Sekitar pukul 21.00 Wita, seorang warga bernama La Dobo berangkat ke rumpon yang sama untuk memancing. Namun setibanya di lokasi, ia tidak menemukan korban. Yang ditemukan hanya barang-barang milik La Jedi berupa alat pancing, senter, dan celana.

Merasa ada yang tidak beres, La Dobo kemudian menghubungi keluarga korban. Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga hingga akhirnya longboat milik korban ditemukan dalam keadaan hanyut di sekitar pesisir Pantai Wakoko tanpa keberadaan pemiliknya.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Basarnas Kendari yang mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian selama tujuh hari. Meski area pencarian telah disisir menggunakan berbagai metode dan peralatan, korban belum berhasil ditemukan hingga operasi resmi dihentikan.

Apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan kembali dibuka sesuai prosedur.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di laut, agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.