Apa jadinya jika helm terlepas justru saat kepala membutuhkan perlindungan paling besar?
Pertanyaan itu bukan sekadar kekhawatiran. Sejumlah penelitian menunjukkan, helm yang terlepas saat kecelakaan dapat meningkatkan risiko cedera kepala secara signifikan.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed menemukan bahwa pengendara yang helmnya terlepas saat kecelakaan memiliki risiko sekitar 5,7 kali lebih besar mengalami cedera kepala dan sekitar 4,8 kali lebih besar mengalami cedera kepala berat dibandingkan pengendara yang helmnya tetap terpasang.
Artinya, memakai helm saja belum tentu cukup. Helm harus terpasang dengan benar dan dikunci agar tetap berada di kepala ketika terjadi benturan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, melalui Helmets: A Road Safety Manual for Decision-Makers and Practitioners, menegaskan bahwa pengikatan helm merupakan salah satu faktor penting yang menentukan efektivitas perlindungan. Helm yang dipasang longgar atau tidak dikunci dengan benar dapat terlepas saat kecelakaan dengan benturan keras sehingga perlindungannya terhadap kepala hilang.
WHO juga menyebut penggunaan helm berkualitas dan dipakai dengan benar dapat menurunkan risiko kematian akibat kecelakaan lebih dari 40 persen, sementara risiko cedera berat dapat berkurang hampir 70 persen.
Masalahnya, masih banyak pengendara yang belum mengikat helm dengan benar.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Traffic Injury Prevention terhadap 3.050 pengendara sepeda motor di Curitiba, Brasil, menunjukkan hanya 59,2 persen pengendara yang mengikat helm dengan benar.
Sementara itu, 29,7 persen memang mengikat tali helm, tetapi dalam kondisi longgar. Sebanyak 11 persen lainnya bahkan tidak mengunci tali helm sama sekali.
Padahal, kecelakaan tidak memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kecil tersebut.
Saat terjadi benturan, helm yang tidak terkunci berisiko bergeser atau terlepas. Ketika helm terlepas, kepala kehilangan perlindungan pada saat benturan justru sedang terjadi.
Karena itu, jangan menganggap sepele bunyi “klik” ketika mengunci tali helm. Bunyi sederhana tersebut menandakan pengunci telah terpasang dan menjadi bagian penting agar helm tetap berada di kepala.
Sebelum menarik gas, pastikan helm sudah berada pada posisi yang tepat, tali pengaman tidak longgar, dan pengunci benar-benar terkunci.
Satu detik untuk memastikan bunyi “klik” mungkin terasa sepele. Namun ketika kecelakaan terjadi, satu detik itu bisa menentukan apakah helm tetap melindungi kepala atau justru terlepas saat paling dibutuhkan.
Pakai helm. Kunci talinya. Pastikan terdengar “klik”. Baru kemudian melaju.












