SULAWESI TENGGARA

Sidak ke Disketapang, Wagub Sultra: Apel Bukan Sekadar Absen

134
×

Sidak ke Disketapang, Wagub Sultra: Apel Bukan Sekadar Absen

Sebarkan artikel ini

KENDARI, SIARAN PUBLIK – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sultra, Rabu (20/8/2025) pagi. Sidak dimulai pukul 07.30 WITA dengan apel yang dipimpin langsung oleh Wagub di halaman kantor.

Dalam arahannya, Hugua menekankan bahwa apel pagi tidak boleh dimaknai hanya sebagai formalitas absensi. Ia menilai apel harus menjadi sarana pembinaan disiplin sekaligus pembentukan budaya kerja positif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Apel jangan hanya soal absen. Saya rekomendasikan agar setiap apel diisi dengan pembacaan buku atau artikel motivasi. Membaca adalah kebutuhan, bukan pilihan. Jangan merasa cukup pintar hanya karena sudah sarjana lalu berhenti membaca,” tegasnya.

Hugua meminta agar ke depan setiap apel diperkaya dengan pesan singkat dari Kepala Bidang yang bersumber dari buku motivasi, artikel, atau jurnal. Dengan begitu, apel akan lebih bermakna karena ada nilai tambah yang ditunggu oleh peserta.

Selain itu, Wagub menegaskan dirinya akan terus melakukan sidak ke seluruh OPD secara mendadak tanpa pemberitahuan. Langkah ini untuk memastikan budaya disiplin benar-benar melembaga di tubuh ASN Sultra.

“Saya bisa hadir kapan saja, tanpa jadwal. Disiplin adalah kunci menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju,” ujarnya.

Soroti Sistem Absensi

Dalam sidaknya, Hugua juga menyoroti perbedaan antara absensi manual dan elektronik di beberapa OPD. Menurutnya, perbedaan hasil penilaian dari dua sistem tersebut menimbulkan tanda tanya.

“Ada yang manualnya peringkat 11, tapi di absensi elektronik peringkat 1. Itu aneh. Idealnya, keduanya konsisten. Karena aturan resmi yang diakui adalah absensi elektronik, sedangkan manual hanya pendukung. Jadi saya minta ke depan lebih obyektif,” jelasnya.

Ia juga menginstruksikan agar Satpol PP dan pejabat pengawas memastikan pencatatan kehadiran dilakukan dengan benar, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa.

Disiplin ASN Mulai Melembaga

Dalam apel tersebut, Kepala Disketapang Sultra, Ari Sismanto, melaporkan jumlah pegawai instansinya sebanyak 64 orang, termasuk yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan kios pangan. Dari jumlah itu, sebagian pegawai tercatat sedang cuti dan ada yang ditugaskan mengikuti Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Konawe.

Tingkat kehadiran ASN Disketapang pagi itu tercatat mencapai 87 persen. Angka ini mendapat apresiasi dari Wagub.

“Kehadiran apel pagi sebesar 87 persen sudah melampaui 75 persen, artinya baik. Ini mencerminkan bahwa disiplin ASN perlahan tapi pasti sudah mulai menjadi lifestyle. Kalau disiplin sudah jadi budaya, saya yakin Sultra ke depan akan semakin maju,” pungkasnya.