KOLAKA UTARA

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Diskominfo Kolut Siap Tangkal Disinformasi Digital

67
×

Perkuat Strategi Komunikasi Publik, Diskominfo Kolut Siap Tangkal Disinformasi Digital

Sebarkan artikel ini

SiaranPublik.com-Pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kolaka Utara (Kolut) menegaskan komitmennya memperkuat strategi komunikasi publik guna merespons derasnya arus informasi di ruang digital. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi penyebaran disinformasi, sekaligus memastikan informasi resmi pemerintah tersampaikan secara cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Syahlan Launu mengatakan, penguatan komunikasi publik tersebut dilakukan melalui optimalisasi kanal informasi resmi pemerintah daerah, peningkatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta penyediaan data terintegrasi sebagai dasar penyusunan narasi kebijakan.

“Kominfo juga mendorong seluruh perangkat daerah agar lebih responsif terhadap isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat, khususnya yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang digital,” ujarnya, Kamis (4/2/2026).

Kata Syahlan, tantangan komunikasi publik saat ini tidak hanya terletak pada kualitas pesan, tetapi juga pada kecepatan merespons isu di media sosial. Keterlambatan klarifikasi dinilai dapat membuka ruang bagi informasi tidak akurat untuk berkembang dan membentuk opini publik yang keliru.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah daerah juga memperluas sinergi dengan media massa, komunitas informasi, serta jejaring kehumasan antarlembaga. Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun komunikasi publik yang selaras, saling menguatkan, dan berkelanjutan.

Langkah penguatan komunikasi publik daerah ini sejalan dengan arahan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid yang diikuti Dinas Kominfo secara daring.

Dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026), Meutya menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan komunikasi publik kini menjadi faktor kunci dalam mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital.

“Sekarang kita sudah tidak punya kemewahan untuk memilih antara cepat atau tepat. Keduanya harus berjalan bersamaan. Kalau kita tidak cepat, ruang itu akan diisi oleh disinformasi, dan pada akhirnya informasi yang sampai ke masyarakat justru menjadi tidak tepat,” tegas Meutya.