PENDIDIKAN

Bupati dan Wabup Kolut Harap IPPMAKU-Sultra Produktif dan Peka Isu Publik

283
×

Bupati dan Wabup Kolut Harap IPPMAKU-Sultra Produktif dan Peka Isu Publik

Sebarkan artikel ini
Foto: (Ki-Ka) Pj Sekda Muhammad Idrus, Bupati Nur Rahman Umar, Wabup Jumarding dan salah satu Dewan Pembina IPPMAKU-Sultra Abu Bakri.

KOLAKA UTARA, SIARAN PUBLIK – Pengurus Harian Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kolaka Utara (IPPMAKU) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2025–2027 resmi dikukuhkan di salah satu hotel di Lasusua, Senin (11/8/2025). Acara tersebut dihadiri Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar, Wakil Bupati Jumarding, serta jajaran.

Nur Rahman dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda saat ini tengah menghadapi tantangan serius yang ia sebut sebagai “perang mental dan perang sosial”. Menurutnya, ancaman terbesar bukan hanya kemiskinan atau keterbatasan fasilitas, tetapi kerusakan moral akibat narkoba dan perilaku negatif lainnya.

“Data menunjukkan, 60 persen kasus hukum di Kolut berkaitan dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, bahkan melibatkan pelajar tingkat SMP. Ini bom waktu yang jika dibiarkan akan meledak dan merusak masa depan kita,” bebernya.

Pemerintah dikatakan punya porsi dengan mengucurkan anggaran dan menggerakkan program. Sementara juga punya tugas dengan memberikan pencerahan, sosialisasi, dan mengajak yang lain berbuat kebaikan.

Di tempat yang sama, Wabup Kolut, Jumarding, yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Kolut di Kota Kendari sekaligus Dewan Penasehat IPPMAKU-Sultra, berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Sangat mengharapkan IPPMAKU-Sultra menjadi pendorong dan kontributor ide, gagasan, dan pemikiran dalam mendukung program pembangunan di Kolut. Pemerintah terbuka menerima kritik membangun yang dilengkapi data dan fakta demi kemaslahatan masyarakat,” jelasnya.

Jumarding juga menyoroti sikap apatis yang belakangan ini banyak berlaku dikalangan pemuda terhadap isu politik, ekonomi, dan sosial. Mahasiswa seharus menjadi agen perubahan sekaligus pengendali sosial. “Bara semangat, rasa empati, simpati, dan kepedulian kepada masyarakat harus dikobarkan di IPPMAKU-Sultra,” tantang Jumarding.

Ketua IPPMAKU-Sultra, Irsan, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung jalannya organisasi. Ia menyebut ada tiga kebutuhan utama yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah, yakni penyediaan sekretariat, pembangunan asrama mahasiswa, dan pemberian beasiswa.

“Asrama sangat dibutuhkan karena setiap tahun jumlah mahasiswa asal Kolaka Utara di Kendari terus bertambah. Sekretariat juga penting sebagai pusat koordinasi kegiatan. Kami percaya investasi di pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan kembali untuk daerah,” tutupnya.