MANCANEGARA

Gabung Iran, Houthi Yaman Ikut Gempur Israel

10
×

Gabung Iran, Houthi Yaman Ikut Gempur Israel

Sebarkan artikel ini
Houthi Yaman. Foto: Xinhua

SIARANPUBLIK.COM-Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal balistik ke sejumlah target militer sensitif di Israel bagian selatan pada Sabtu (28/3). Aksi ini menjadi serangan pertama mereka sejak konflik terbuka antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memasuki fase eskalasi pada akhir Februari lalu.

Dilaporkan kantor berita Xinhua, Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari dukungan langsung terhadap Iran serta aliansi “poros perlawanan” yang mencakup kelompok di Lebanon, Irak, dan Palestina.

Keterlibatan Houthi dinilai dapat memperluas dimensi konflik yang kini telah memasuki bulan kedua. Dukungan ini berpotensi memperkuat tekanan terhadap Israel dan Amerika Serikat, sekaligus memicu dinamika baru dalam perang kawasan.

Serangan Langsung Masih Jadi Andalan

Dalam beberapa tahun terakhir, Houthi diketahui mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh, termasuk penggunaan rudal balistik, rudal jelajah, hingga drone. Pada konflik sebelumnya antara Israel dan Hamas, mereka bahkan menargetkan wilayah selatan Israel seperti Eilat.

Meski sebagian besar serangan diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, beberapa laporan menyebutkan adanya kerusakan infrastruktur. Serangan terbaru ini mengindikasikan bahwa pola serangan langsung kemungkinan tetap menjadi strategi utama Houthi.

Ancaman Gangguan Jalur Laut Global

Selain serangan darat, Houthi juga berpotensi memainkan peran strategis di jalur pelayaran internasional. Mereka sebelumnya menargetkan kapal-kapal yang dianggap terkait dengan Israel dan AS di Laut Merah.

Jika konflik semakin meluas, kelompok ini bisa meningkatkan tekanan dengan mengganggu bahkan memblokir Selat Bab el-Mandeb, jalur vital perdagangan yang menghubungkan Eropa dan Asia. Gangguan di titik ini berisiko memicu dampak besar terhadap distribusi energi global, terutama setelah ketegangan di Selat Hormuz.

Potensi Serangan ke Basis AS

Secara geografis, posisi Yaman memberi Houthi akses lebih dekat ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Meski belum dilakukan, opsi menyerang aset militer AS disebut-sebut bisa muncul dalam skenario ekstrem.

Namun langkah tersebut dinilai sangat berisiko, karena dapat memicu reaksi keras dari negara-negara kawasan serta memperluas konflik menjadi konfrontasi terbuka. Analis politik Yaman, Salah Ali Salah, menilai keterlibatan Houthi sebagai langkah berisiko tinggi.

Ia memperingatkan bahwa eskalasi ini bisa membawa dampak yang lebih besar dibandingkan keuntungan yang diharapkan.
“Situasinya dapat berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius,” ujarnya.

Dengan meningkatnya intensitas serangan dan bertambahnya aktor yang terlibat, konflik di Timur Tengah kini berada di titik yang semakin rawan dan sulit diprediksi.