MANCANEGARA

PBB Peringatkan Bahaya “Hujan Beracun” Akibat Kebakaran Depot Minyak

12
×

PBB Peringatkan Bahaya “Hujan Beracun” Akibat Kebakaran Depot Minyak

Sebarkan artikel ini
Foto: Hassan Ghaedi/ Anadolu via Getty

SiaranPublik.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan potensi bahaya kesehatan dan lingkungan akibat fenomena yang disebut sebagai “hujan beracun” setelah kebakaran sejumlah depot minyak di Teheran, Iran.

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, mengatakan serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak tersebut memicu penyebaran polutan beracun ke udara yang dapat berdampak luas bagi masyarakat.

Berbicara kepada wartawan di Jenewa, Shamdasani menilai dampak dari serangan tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai apakah prinsip proporsionalitas dan kehati-hatian dalam hukum humaniter internasional telah dipenuhi.

Ia juga menekankan bahwa lokasi yang menjadi sasaran serangan tampaknya tidak digunakan secara eksklusif untuk kepentingan militer.

Sementara itu, juru bicara World Health Organization (WHO), Christian Lindmeier, memperingatkan adanya fenomena “hujan hitam” dan “hujan asam” yang dilaporkan terjadi di Teheran setelah kebakaran depot minyak tersebut.

Menurut Lindmeier, fenomena itu berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi warga, terutama terkait gangguan pernapasan dan paparan zat kimia berbahaya.

WHO saat ini terus berkomunikasi dengan rumah sakit serta otoritas kesehatan di Iran untuk memantau perkembangan situasi. Otoritas setempat juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap berada di dalam rumah guna mengurangi risiko paparan polusi.

Selain itu, badan kesehatan PBB tersebut memantau kemungkinan pelepasan besar-besaran berbagai zat berbahaya ke atmosfer, termasuk hidrokarbon beracun, oksida sulfur, dan senyawa nitrogen.

WHO juga menyoroti laporan mengenai serangan terhadap infrastruktur minyak di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain dan Arab Saudi, yang berpotensi memperluas dampak pencemaran udara secara regional.

Menurut Lindmeier, paparan polutan tersebut tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang serta mencemari sumber air di wilayah terdampak.