RAGAM

Waspada, Ini Tanda WhatsApp Disadap dan Langkah Mengamankan Akun

17
×

Waspada, Ini Tanda WhatsApp Disadap dan Langkah Mengamankan Akun

Sebarkan artikel ini

SiaranPublik.com- Kasus penyadapan akun WhatsApp (WA) kian marak terjadi dan menyasar berbagai kalangan. Modus ini kerap dimanfaatkan pelaku untuk menipu kontak korban, mencuri data pribadi, hingga menyalahgunakan identitas.

Beberapa indikasi yang patut diwaspadai antara lain munculnya aktivitas mencurigakan seperti pesan terkirim atau terbaca tanpa sepengetahuan pemilik akun. Selain itu, pengguna juga bisa tiba-tiba keluar dari aplikasi WhatsApp tanpa melakukan logout.

Tanda lain yang sering terjadi adalah munculnya notifikasi kode OTP padahal pengguna tidak sedang mencoba masuk ke akun WhatsApp. Hal ini mengindikasikan adanya upaya pihak lain untuk mengambil alih akun.

Pengguna juga disarankan rutin memeriksa menu Perangkat Tertaut. Jika terdapat perangkat asing yang tidak dikenali, hal tersebut bisa menjadi tanda akun sedang diakses oleh pihak lain. Kondisi ponsel yang cepat panas dan boros baterai juga patut dicurigai.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, pengguna disarankan segera keluar dari semua perangkat tertaut melalui menu Perangkat Tertaut. Selanjutnya, aktifkan fitur verifikasi dua langkah dengan PIN dan email pemulihan untuk menambah lapisan keamanan.

Pengguna juga dianjurkan mengganti kunci layar ponsel, menghapus aplikasi mencurigakan, serta menginstal ulang WhatsApp dari toko aplikasi resmi. Pembaruan sistem operasi dan aplikasi WhatsApp secara berkala juga penting untuk menutup celah keamanan.

Selain itu, masyarakat juga harus berhati-hati saat menggunakan jaringan WiFi publik dan tidak sembarangan mengklik tautan yang dikirim melalui pesan singkat maupun media sosial.

Pakar keamanan digital mengingatkan agar pengguna tidak pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas atau layanan resmi.

Pemeriksaan rutin terhadap perangkat tertaut dan pengaktifan kunci aplikasi WhatsApp juga dinilai efektif mencegah penyadapan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, risiko kejahatan siber melalui aplikasi pesan instan diharapkan dapat diminimalisir.