KOLAKA UTARA, SIARANPUBLIK.COM – Kepolisian mencatat angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2025 mencapai 1.760 kejadian. Data tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.619 kejadian.
Hal itu disampaikan Wakapolres Kolut, Kompol Ilham saat Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Anoa 2026 yang digelar Polres Kolaka Utara, Senin (2/2/2026) pagi, di Lapangan Apel Polres Kolaka Utara, Kecamatan Lasusua.
menekankan bahwa rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, seperti pelanggaran rambu, batas kecepatan, dan penggunaan perlengkapan keselamatan, masih menjadi faktor utama meningkatnya risiko kecelakaan.
“Meski jumlah kecelakaan meningkat, kita patut bersyukur karena angka korban meninggal dunia justru menurun sekitar 2 persen, dari 291 korban pada 2024 menjadi 285 korban pada 2025. Ini menunjukkan upaya pencegahan dan penanganan kecelakaan sudah berdampak positif, namun tetap perlu ditingkatkan,” ujar Kompol Ilham.
Dikatakan, operasi Keselamatan Anoa 2026 dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan digelar serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif secara terbuka guna meningkatkan kesadaran serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Melalui operasi ini, Polri menargetkan peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang kondusif, serta penurunan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban.
Untuk diketahui, Apel dipimpin oleh Wakapolres Kolaka Utara, Kompol Ilham, dengan Perwira Apel Iptu Ariq Saptiadi, serta Komandan Apel Iptu Muh. Arifuddin Ilyas. Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kolaka Utara Muh. Syair, jajaran PJU Polres Kolut, perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri Lasusua, TNI, Satpol PP, Dishub, Jasa Raharja dan Pos AL.






