PENDIDIKAN

Budaya Membaca di Kolaka Utara Didorong Lewat Lapak Baca dan Diskusi

64
×

Budaya Membaca di Kolaka Utara Didorong Lewat Lapak Baca dan Diskusi

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA – Upaya menumbuhkan budaya membaca di Kabupaten Kolaka Utara terus dilakukan melalui kegiatan Lapak Baca dan Diskusi yang digelar Komunitas Literasi Tenggara Reading House (TRH) bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan dan komunitas kepemudaan di kawasan Masjid Agung Kolaka Utara.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.45 WITA itu menghadirkan ruang baca terbuka bagi masyarakat. Puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membaca berbagai koleksi buku sebelum mengikuti diskusi literasi.

Founder Tenggara Reading House, Akbar Pelayati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan literasi yang diinisiasi komunitasnya untuk mendekatkan buku kepada masyarakat. Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana membangun pola pikir kritis serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial.

“Kami ingin menghadirkan ruang yang dapat diakses siapa saja untuk membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan. Literasi tumbuh ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar bersama dalam ruang yang terbuka,” kata Akbar.

Ia menjelaskan, Tenggara Reading House mengusung slogan “Mekar Bersama Literasi, Membangun Peradaban” sebagai landasan berbagai program yang dijalankan. Melalui kegiatan seperti Lapak Baca, pihaknya ingin memperluas gerakan membaca di kalangan mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum.

Selain menyediakan koleksi buku melalui program Gerobak Baca, kegiatan ini juga menjadi wadah mempertemukan berbagai komunitas untuk memperkuat jaringan pegiat literasi. Akbar menilai ruang publik merupakan tempat yang tepat untuk mendekatkan buku kepada masyarakat sekaligus mengajak warga menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan. Semakin banyak komunitas yang terlibat, semakin besar pula peluang tumbuhnya budaya membaca di Kolaka Utara,” ujarnya.

Usai sesi membaca, peserta mengikuti diskusi terbuka yang membahas pengalaman membaca, pentingnya akses terhadap bahan bacaan, serta peran generasi muda dalam membangun budaya literasi di daerah. Forum tersebut berlangsung interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan dan bertukar pengalaman.

Kegiatan ini melibatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Kolaka Utara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kolaka Utara, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kolaka Utara, HIMAGURA Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, Ruang Tengah (RT), serta komunitas literasi Lapak Ta dari Kabupaten Kolaka.

Penyelenggara berharap Lapak Baca dan Diskusi dapat terus dikembangkan sebagai program kolaboratif yang melibatkan lebih banyak organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, dan masyarakat. Dengan demikian, ruang-ruang publik di Kolaka Utara dapat menjadi tempat belajar bersama sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan memperkuat budaya membaca di daerah.