SIARAN PUBLIK – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini makin pintar menghasilkan gambar dan video yang terlihat nyata. Hasil karya AI seringkali sulit dibedakan dengan foto maupun video asli. Namun, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu masyarakat agar tidak mudah terkecoh.
Pertama, perhatikan detail kecil pada wajah dan tubuh. Foto hasil AI biasanya memiliki kejanggalan, seperti jumlah jari yang salah, bentuk telinga tidak simetris, atau tulisan di baju dan papan yang tidak jelas terbaca.
Kedua, lihat latar belakang. Gambar buatan AI sering menampilkan pola aneh atau objek yang terduplikasi, misalnya kursi atau orang di belakang tampak berulang.
Selain itu, metadata atau informasi bawaan file juga bisa jadi petunjuk. Foto asli biasanya menyimpan data kamera, sementara gambar AI sering kosong atau justru tercatat menggunakan software tertentu.
Untuk video, tanda yang paling mudah dikenali adalah gerakan yang kurang natural. Mulut dan suara bisa tidak sepenuhnya sinkron, kedipan mata terlihat aneh, atau bayangan di sekitar objek tampak tidak konsisten. Jika diputar frame per frame, sering terlihat cacat visual pada beberapa bagian.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan berbagai AI detector gratis yang kini banyak tersedia, seperti Google Lens, Deepware Scanner, maupun Reality Defender.
Dengan mengenali ciri-ciri ini, publik diharapkan lebih waspada dan tidak mudah terkecoh oleh foto maupun video palsu hasil rekayasa AI.