KOLAKA UTARA- Semangat membangun budaya membaca dari desa kini semakin nyata di Kabupaten Kolaka Utara. Di tengah berbagai tantangan zaman, lahir harapan baru melalui geliat perpustakaan desa yang tak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang tumbuhnya pengetahuan dan kreativitas masyarakat.
Harapan itu menemukan momentumnya dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum Terbaik Desa/Kelurahan Tahun 2026. Dari hasil penilaian Dewan Juri di Lasusua pada Selasa (5/5/2026), Perpustakaan Woipedia, Desa Woitombo, Kecamatan Lambai, berhasil meraih Juara I.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan, melainkan simbol dari kerja keras, inovasi, dan dedikasi dalam membangun budaya literasi dari akar rumput. Keunggulan Woipedia terlihat dari pengelolaan yang rapi, pelayanan literasi yang menyentuh masyarakat, hingga berbagai inovasi yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat aktivitas belajar yang hidup.
Sementara itu untuk peringkat ke II ditoreh Perpustakaan Sejahtrah Mandiri di Desa Lapolu, Kecamatan Tiwu. Sedangkan di peringkat III disusul Perpustakaan Arena Ilmu, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua.
Adapun untuk kategori harapan, Perpustakaan Bina Insani Desa Maruge, Kecamatan Katoi meraih Harapan I, Mulia Ilmu di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha sebagai Harapan II, dan Perpustakaan Saludongka, Desa Saludongka, Kecamatan Pakue Utara sebagai Harapan III.
Bunda Literasi Kabupaten Kolaka Utara, Andi Nurhayani Nur Rahman, mengucapkan apresiasi yang tinggi atas upaya seluruh desa yang terus menghidupkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Menurutnya, perubahan besar sedang terjadi di perpustakaan desa yang kini menjelma menjadi ruang inspirasi yang mendorong lahirnya generasi pembelajar. “Ini menjadi bukti bahwa perpustakaan desa di Kolaka Utara terus berkembang dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah menjadi ruang interaksi, kreativitas, dan peningkatan wawasan masyarakat. Prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk terus berbenah dan berinovasi.
Nurhayani meyakini bahwa dengan semangat perpustakaan desa yang terus menyala, bukan tidak mungkin suatu saat ada perpustakaan di Kolaka Utara yang akan bersinar di tingkat nasional melalui kekuatan ilmu pengetahuan.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Woitombo, Muh. Akbar mengatakan bahwa dengan capaian tersebut dihatapkam semakin motivasi untuk terus menggalakkan program-program edukasi yang berkelanjutan bagi warganya, khususnya anak-anak di desanya.
“Kami harap ini semakin mendorong minat seluruh masyarakat desa kami untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan di perpustakaan desa. Lomba ini kami sangat apresiasi dan semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa yang lain untuk menjadikan isu gerakan literasi sebagai bagian dari kebijakan strategis di wilayah masing-masing,”tutupnya.












