BUTON UTARA

Korban Jatuh dari Perahu di Buton Utara Tidak Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian

51
×

Korban Jatuh dari Perahu di Buton Utara Tidak Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian

Sebarkan artikel ini

Buton Utara, SiaranPublik.com— Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah jatuh dari perahu di perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara resmi dihentikan pada hari ketujuh, Sabtu (28/3/2026).

Hingga pukul 14.00 WITA, tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi serta koordinasi dengan pihak terkait dan keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan bahwa seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Namun, operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.

Korban diketahui bernama Kardin (37), warga Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu.
Peristiwa ini bermula pada 21 Maret 2026 sekitar pukul 05.30 WITA, saat korban berangkat dari desanya menuju Desa Tanah Merah menggunakan perahu.

Dalam perjalanan, korban sempat berteduh di Teluk Kulisusu akibat hujan deras dan angin kencang. Saat itu, perahunya terlepas dan hanyut, sehingga korban sempat berenang mengejar sebelum akhirnya menepi di kawasan bakau.

Korban kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang perahu lain hingga tiba di Desa Tanah Merah. Namun, saat kembali menuju Desa Banu-banua Jaya pada sore hari, korban dilaporkan melompat dari perahu di perairan Ereke.

Upaya pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton Utara, Syahbandar, BPBD, aparat desa, nelayan, dan keluarga korban.

Pencarian didukung sejumlah peralatan seperti perahu karet, RIB, drone, hingga alat deteksi bawah air. Meski operasi telah ditutup, harapan keluarga dan warga setempat masih tertuju pada kemungkinan ditemukannya korban di kemudian hari.