NASIONAL

Rukyatul Hilal Jadi Penentu Akhir Awal Syawal 1447 H

34
×

Rukyatul Hilal Jadi Penentu Akhir Awal Syawal 1447 H

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SiaranPublik.com- Penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah masih menunggu hasil rukyatul hilal sebagai acuan utama, meskipun perhitungan astronomi (hisab) telah menunjukkan posisi hilal mendekati kriteria.

Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia, Abdullah Jaidi, menyampaikan bahwa ketinggian hilal di wilayah paling barat Indonesia, seperti Aceh, telah mencapai sekitar 3 derajat. Namun, nilai elongasi hilal masih berada di kisaran 5,8 hingga 6,1 derajat, sedikit di bawah standar yang ditetapkan.

Ia menjelaskan bahwa kriteria yang digunakan negara anggota MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal dapat dinyatakan terlihat (imkanur rukyat).

Karena itu, Abdullah menekankan pentingnya mengombinasikan metode hisab dengan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah. Hasil perhitungan astronomi perlu diverifikasi melalui pengamatan langsung di lapangan.

“Proses penetapan tetap harus mengacu pada mekanisme yang telah disepakati, yakni menggabungkan hisab dan rukyat,” ujarnya dalam Seminar Posisi Hilal 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemantauan hilal, terutama di Aceh yang menjadi salah satu titik strategis observasi. Menurutnya, hasil rukyat dari wilayah tersebut akan sangat menentukan keputusan akhir.

Lebih lanjut, Abdullah menegaskan bahwa apabila terjadi perbedaan antara hasil hisab dan rukyat, maka hasil rukyat menjadi rujukan utama. Sementara itu, jika masih terdapat perbedaan pandangan, keputusan pemerintah melalui Menteri Agama akan menjadi pedoman bersama.

Ia menambahkan bahwa proses ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pendekatan ilmiah dan syariat dalam penetapan kalender Hijriah di Indonesia.

Seminar tersebut menjadi salah satu tahapan penting menjelang sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli astronomi, dan berbagai pihak terkait dalam penentuan awal Syawal tahun ini.