EKONOMIKOLAKA

RKAB 2026 PT Vale Disetujui Kementerian ESDM, Operasional Tambang Berlanjut

67
×

RKAB 2026 PT Vale Disetujui Kementerian ESDM, Operasional Tambang Berlanjut

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SiaranPublik.com — PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 telah memperoleh persetujuan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (15/1/2026).

Persetujuan tersebut memberikan kepastian operasional sekaligus memperkuat kelanjutan investasi jangka panjang PT Vale dalam ekosistem industri nikel nasional dan rantai pasok global.

PT Vale yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menyatakan, dengan disetujuinya RKAB 2026, perusahaan akan mengembalikan seluruh kegiatan operasional dan konstruksi di Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi.

Seluruh aktivitas tersebut dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama serta sesuai ketentuan perizinan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan akibat penghentian sementara kegiatan yang sebelumnya terjadi. Perusahaan memastikan operasional berjalan optimal, patuh, dan berkelanjutan.

Persetujuan RKAB 2026 juga menandai implementasi kebijakan pemerintah yang kembali menerapkan mekanisme persetujuan RKAB tahunan, menggantikan skema tiga tahunan yang sebelumnya terintegrasi dengan perizinan dasar lainnya. PT Vale menyambut kebijakan ini sebagai fondasi penting dalam menjaga disiplin produksi, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan industri nikel nasional.

“Dengan dasar perizinan yang lengkap, seluruh kegiatan kami kini berjalan kembali secara normal, patuh, dan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto sebagaimana dilansir dari laman resmi PT Vale.

Dengan berlakunya RKAB 2026, PT Vale akan melanjutkan rencana operasional dan produksi sesuai persetujuan yang diberikan, sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri pengolahan dan pemurnian dalam negeri.

Berbekal pengalaman lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan terus berkontribusi melalui penerimaan negara dari pajak dan non-pajak (PNBP), penciptaan dan stabilitas lapangan kerja, penguatan rantai pasok, pelibatan pelaku lokal, serta investasi jangka panjang di sektor hilirisasi dan rantai nilai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Sejalan dengan agenda pemerintah, PT Vale juga melanjutkan investasi pada teknologi rendah emisi dan pengembangan kapasitas pengolahan lanjutan, termasuk proyek High Pressure Acid Leach (HPAL), guna meningkatkan daya saing industri nikel Indonesia di pasar global.

PT Vale Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun industri nikel nasional yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kepatuhan, transparansi, dan tata kelola yang baik, perusahaan berkomitmen mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.