MANCANEGARA

Kapal Selam Wisata Berawak Sipil China Rampungkan Uji Coba, Indonesia Pesan 100 unit

70
×

Kapal Selam Wisata Berawak Sipil China Rampungkan Uji Coba, Indonesia Pesan 100 unit

Sebarkan artikel ini
Kapal Selam Wisata Berawak Sipil China Rampungkan Uji Coba. Foto: Xinhua

Chongqing,SiaranPublik.com- Kapal selam wisata berawak sipil buatan China bernama “Jiaozi” resmi menyelesaikan uji coba bawah air terbaru dan bersiap dioperasikan untuk mendukung proyek pariwisata bahari di Indonesia. Kapal selam ini dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan teknologi asal Chongqing dan telah melewati tahapan akhir penerimaan teknis serta pengemasan.

Dilansir dari kantor berita Xinhua, uji coba dilakukan di Danau Shuanglong, wilayah Wushan, Chongqing, China barat daya. Dalam pengujian tersebut, “Jiaozi” mampu beroperasi secara stabil pada kedalaman 23 meter sesuai target, serta melakukan pengapungan otomatis berdasarkan sistem pemrograman yang telah ditetapkan.

Setelah melalui serangkaian verifikasi teknis ketat, kapal selam wisata ini akan dikirim ke sejumlah kawasan wisata laut Indonesia, seperti Bali. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kontrak pemesanan lebih dari 100 unit dengan nilai mencapai 100 juta yuan atau setara sekitar Rp242,7 miliar.

Secara teknis, “Jiaozi” menggunakan sistem tenaga listrik murni dan dilengkapi struktur tahan tekanan yang dirancang untuk kedalaman hingga 200 meter. Kabin kapal selam ini dapat menampung empat orang dan dibekali sistem penghindaran rintangan otomatis serta sistem pengapungan keselamatan. Dengan fitur tersebut, wisatawan umum dapat menikmati pengalaman bawah laut tanpa perlu pelatihan khusus.

Pimpinan perusahaan pengembang, Jiang Zhidi, menjelaskan bahwa kapal selam ini dirancang dengan mengutamakan aspek keselamatan, stabilitas, dan kemudahan pengoperasian. Menurutnya, tujuan utama pengembangan “Jiaozi” adalah membuka akses yang aman dan terkendali bagi masyarakat luas untuk mengenal dunia bawah laut.

Perusahaan yang berdiri sejak 2018 dan berbasis di Kawasan Industri Wushan, Chongqing, itu telah melakukan riset dan pengembangan selama lima tahun dengan lebih dari 100 ribu kali pengujian ekstrem. Produksi massal dimulai pada Januari 2024. Hingga kini, lebih dari 30 unit “Jiaozi” telah dioperasikan di sejumlah destinasi wisata di China, termasuk Sanya di Hainan dan Pulau Weizhou di Guangxi.

Indonesia menjadi salah satu mitra penting dalam pengembangan internasional proyek tersebut. Pada Oktober 2025, kapal selam “Jiaozi” dinyatakan lulus inspeksi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan memperoleh izin operasi di perairan wisata. Selanjutnya, kedua pihak menandatangani kesepakatan kerja sama untuk penempatan bertahap 100 unit kapal selam di Bali,Kepulauan Seribu, dan Lombok. Saat ini, tiga unit telah memulai uji coba operasi di Bali.

Jiang menambahkan, sebelum masuk ke pasar Indonesia, pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian teknis untuk menyesuaikan dengan karakteristik perairan, regulasi, dan sistem operasional setempat. Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut telah memiliki lebih dari 100 paten independen dan didukung oleh lebih dari 30 tenaga peneliti, termasuk doktor.

Sementara itu, pihak Komite Manajemen Kawasan Industri Wushan menilai proyek kapal selam wisata ini turut mendorong integrasi manufaktur peralatan berteknologi tinggi dengan sektor budaya dan pariwisata, sekaligus mempercepat transformasi industri menuju arah yang lebih maju.

Dengan segera beroperasinya di Indonesia, kapal selam wisata “Jiaozi” diharapkan dapat memperkaya daya tarik pariwisata bahari nasional sekaligus memperkuat kerja sama teknologi dan pariwisata antara Indonesia dan China.