JAKARTA, SIARANPUBLIK.COM – Media sosial dihebohkan dengan terbongkarnya aksi seorang perempuan inisial KN (32), asal Sumatera Selatan yang menyamar sebagai pramugari pada penerbangan Batik Air di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam (6/1/2026) dan langsung menuai sorotan publik soal keamanan penerbangan.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 22.00 WIB.
Kecurigaan bermula saat cabin crew menegur perempuan bernama Nisa karena rok yang dikenakannya tidak sesuai dengan standar seragam resmi PT Lion Group. Perbedaan warna dan corak tersebut dinilai mencolok dibandingkan seragam pramugari Batik Air lainnya.
“Yang bersangkutan ditegur karena seragamnya tidak sesuai dengan ketentuan resmi,” kata Kompol Yandri Mono kepada awak media, Kamis (8/1/2026).
Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan. Kartu identitas yang dikenakan Nisa ternyata merupakan desain lama yang sudah tidak digunakan pramugari Batik Air sejak sekitar 15 tahun lalu. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak Aviation Security (Avsec) Batik Air.
Usai seluruh penumpang turun dari pesawat, Nisa langsung diamankan petugas dan digiring ke kantor Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini pun langsung viral dan memancing reaksi keras warganet. Banyak netizen mempertanyakan ketatnya sistem keamanan bandara dan maskapai, bahkan menilai insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengawasan internal.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif serta kemungkinan adanya celah prosedur yang dimanfaatkan pelaku dalam aksi penyamaran tersebut.






