MANCANEGARA

Keluarga Palestina Ditembaki Pasukan Israel Saat Pulang Belanja Baju Lebaran, Empat Tewas Termasuk Dua Anak

32
×

Keluarga Palestina Ditembaki Pasukan Israel Saat Pulang Belanja Baju Lebaran, Empat Tewas Termasuk Dua Anak

Sebarkan artikel ini
Foto: QudsNen

SIARANPUBLIK.COM- Sebuah insiden penembakan yang melibatkan pasukan Israel menewaskan empat warga Palestina dari satu keluarga di kota Tammun, wilayah Tepi Barat. Korban terdiri dari pasangan suami istri dan dua anak mereka, sementara dua anak lainnya selamat namun mengalami luka.

Diberitakan Associated Press, petugas medis dari Palestine Red Crescent Society mengatakan jika para korban tewas setelah mobil yang mereka tumpangi ditembaki saat melintas di wilayah tersebut. Kedua anak yang selamat mengalami luka akibat serpihan peluru dan segera mendapatkan perawatan medis.

Kerabat keluarga korban mengatakan sebelum kejadian mereka baru saja kembali dari berbelanja pakaian untuk menyambut Idul Fitri di kota Nablus.

Sementara itu, militer Israel melalui pernyataan bersama dengan kepolisian menyebut pasukan mereka melepaskan tembakan karena kendaraan tersebut dianggap melaju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi saat operasi keamanan berlangsung. Insiden tersebut disebut masih dalam proses penyelidikan.

Wali Kota Tammun, Sameer Basharat, mengatakan mobil keluarga itu ditembaki di pusat kota. Ia menyebut kejadian tersebut menimbulkan duka mendalam bagi warga setempat.

Kelompok hak asasi manusia Israel B’Tselem juga menyoroti insiden tersebut. Organisasi itu menyatakan kendaraan korban ditemukan penuh lubang peluru dan mengkritik tindakan pasukan Israel yang diduga melakukan interogasi terhadap salah satu anak yang selamat meski dalam kondisi terluka.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan operasi militer Israel di wilayah utara Tepi Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Israel lainnya, Yesh Din, menyebut tentara Israel yang dituduh melukai warga Palestina jarang dihukum.

Berdasarkan data organisasi itu, dari 2.427 pengaduan dugaan pelanggaran yang tercatat antara 2016 hingga 2024, kurang dari 1 persen kasus yang berujung pada dakwaan.(AP/SP)