SIARAN PUBLIK – Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras pembunuhan jurnalis di Gaza dan menegaskan perlunya akuntabilitas atas tragedi yang menewaskan ratusan pekerja media sejak Oktober 2023.
Juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani, dalam pernyataan tertulis kepada Anadolu, Senin (25/8/2025), menyebut kematian para wartawan di Gaza seharusnya “mengguncang dunia, bukan membungkamnya.”
“Setidaknya 247 jurnalis Palestina telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Mereka adalah mata dan telinga komunitas internasional. Pembunuhan ini harus diselidiki secara independen, dan keadilan ditegakkan,” tegas Shamdasani.
Serangan terbaru menghantam Kompleks Medis Nasser, menewaskan 20 orang, termasuk pasien, tenaga medis, kru pertahanan sipil, dan jurnalis. Sumber medis menyebutkan, di antara korban terdapat jurnalis foto Mariam Abu Dagga, Moaz Abu Taha, juru kamera Hussam al-Masri, fotografer Al Jazeera Mohammad Salama, serta reporter lepas Ahmed Abu Aziz.
Pertahanan Sipil Palestina menambahkan, seorang sopir mobil pemadam tewas, sementara tujuh rekannya luka-luka ketika mencoba mengevakuasi korban.
Militer Israel mengonfirmasi serangan itu, namun menyatakan tidak menargetkan jurnalis dan akan melakukan “penyelidikan awal.”
Tragedi ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi media internasional. Associated Press, Reuters, Al Jazeera, hingga Independent Arabia menyampaikan duka mendalam atas kematian para jurnalis yang disebut sebagai simbol keberanian dalam menyampaikan kebenaran dari medan konflik.(AA/SP)