RAGAM

Penelitian: Cekungan Apollo di Bulan Terbentuk 4,16 Miliar Tahun Silam

131
×

Penelitian: Cekungan Apollo di Bulan Terbentuk 4,16 Miliar Tahun Silam

Sebarkan artikel ini
Seorang peneliti menunjukkan sampel bulan yang diambil oleh misi Chang'e-6 di laboratorium sampel bulan di Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (CAS) di Beijing, ibu kota Tiongkok, 24 September 2024. Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan pada bulan September tentang sampel bulan yang dibawa kembali oleh misi Chang'e-6 menyatakan bahwa sampel Chang'e-6 menunjukkan "karakteristik yang berbeda" dibandingkan dengan sampel bulan yang diperoleh sebelumnya. (Xinhua/Jin Liwang)

SIARAN PUBLIK – Penelitian terbaru terhadap sampel Bulan yang dikumpulkan misi Chang’e-6 pada 2024 berhasil mengungkap usia Cekungan Apollo, salah satu cekungan tumbukan besar di sisi jauh Bulan. Hasil riset menunjukkan cekungan tersebut terbentuk sekitar 4,16 miliar tahun silam.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Astronomy pada Rabu (20/8) dan dinilai memberikan informasi penting untuk memahami periode Pembombardiran Berat Akhir (Late Heavy Bombardment/LHB) yang menandai fase awal evolusi Bulan dan tata surya.

Cekungan tumbukan raksasa di permukaan Bulan diyakini merupakan sisa dari hantaman asteroid pada tahap awal pembentukannya. Namun, keterbatasan data usia sampel membuat ilmuwan selama ini berdebat apakah fluks tumbukan LHB menurun secara bertahap atau justru mengalami lonjakan mendadak sekitar 3,8–4 miliar tahun lalu.

Cekungan Apollo sendiri terletak di dalam Cekungan Kutub Selatan-Aitken (South Pole-Aitken/SPA), yang dikenal sebagai struktur tumbukan terbesar di Bulan. Dengan menganalisis tiga pecahan lelehan tumbukan berukuran 150–350 mikrometer dari sampel Chang’e-6, tim peneliti yang dipimpin Xu Yigang dari Institut Geokimia Guangzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), berhasil menentukan usia pasti cekungan tersebut.

Hasil penelitian mengungkap bahwa Cekungan Apollo terbentuk 4,16 miliar tahun silam, memundurkan awal periode LHB sedikitnya 100 juta tahun lebih tua dari perkiraan sebelumnya. Data ini juga memperkuat teori bahwa intensitas tumbukan menurun secara bertahap, bukan puncak tiba-tiba.

“Penelitian sampel Chang’e-6 ini akan terus memperdalam pemahaman manusia tentang evolusi sistem Bumi–Bulan,” kata Xu kepada Xinhua.

Chang’e-6 diluncurkan dari China pada 3 Mei 2024 dan sukses membawa pulang 1,93 kilogram sampel dari sisi jauh Bulan pada 25 Juni 2024. Sejumlah studi lain terhadap sampel tersebut sebelumnya telah mengonfirmasi usia Cekungan SPA sekitar 4,25 miliar tahun dan mengungkap informasi terkait aktivitas vulkanis, medan magnet purba, kandungan air, hingga karakteristik geokimia mantel Bulan.

Temuan baru ini semakin memperkuat peran Chang’e-6 sebagai salah satu misi kunci dalam membuka tabir sejarah awal Bulan dan tata surya.
(Xinhua/Siaran Publik)