Flores Timur, Siaran Publik- Dentuman keras mengguncang langit Kabupaten Flores Timur. Tepat pukul 11.05 Wita, Gunung api Lewotobi Laki-laki memuntahkan amarahnya ke angkasa. Letusan hebat disertai kolom abu pekat menjulang hingga 18.000 meter di atas puncak, menjadikan langit gelap gulita dan menyelimuti kawasan sekitarnya dalam bayang-bayang ancaman.
Tak hanya debu yang membubung tinggi, lava panas menjalar ke dua arah, membakar jalur barat hingga barat laut sejauh 3.800 meter dan menelusuri timur laut hingga 4.340 meter. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 47,3 mm dengan durasi letusan mencapai 6 menit 26 detik, cukup untuk mengguncang mental warga yang telah hidup dalam bayang-bayang erupsi sejak akhir 2023.
BNPB melalui rilis resminya mengungkapkan letusan eksplosif kali ini adalah salah satu yang paling kuat dalam satu dekade terakhir, memperlihatkan sisi ganas Lewotobi Laki-laki yang selama ini tersembunyi. Kolom abu kelabu kehitaman menyebar ke arah utara, timur laut, dan barat laut, dibawa angin kencang yang memperparah penyebaran material vulkanik.
Desa-desa di Kecamatan Wulanggitang seperti Nawakote, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Pululera menjadi saksi bisu kejatuhan hujan abu dengan intensitas yang kian mengkhawatirkan. Pemerintah Daerah dan BPBD pun bergerak cepat. Pasukan penyisir diterjunkan, masker dibagikan, dan imbauan keras disuarakan agar warga menjauhi zona merah sejauh 6 hingga 7 kilometer dari pusat letusan.
Di tengah kepungan abu vulkanik, dua bandara penting di wilayah itu yakni Bandara Larantuka dan Bandara Maumere resmi ditutup, memutus jalur udara untuk sementara waktu. Meski demikian, arus lalu lintas darat masih dapat dikendalikan.
Status gunung telah ditetapkan pada Level IV (Awas), menandakan fase paling kritis. Di balik kepanikan yang sempat menyelimuti, masyarakat setempat tetap menunjukkan ketangguhan — pengalaman menghadapi letusan demi letusan sejak tahun lalu telah menempa kesiapsiagaan mereka.
BNPB mengingatkan, potensi banjir lahar masih mengintai, khususnya di sekitar sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki seperti Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen. Jika hujan deras turun, bencana susulan bisa mengintai tanpa ampun.
Pemerintah, melalui BNPB, telah menyalurkan 50.000 masker dua pekan lalu dan memastikan logistik untuk warga terdampak tetap tercukupi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak terprovokasi informasi menyesatkan, dan mematuhi semua instruksi dari petugas lapangan.
Hari ini, langit Flores Timur bukan hanya diselimuti abu tapi juga ketegangan, ketidakpastian, dan kewaspadaan tinggi. Letusan Gunungapi Lewotobi Laki-laki bukan sekadar letusan alam; ini adalah ujian besar bagi warga, pemerintah, dan seluruh sistem penanggulangan bencana di Nusa Tenggara Timur.