SIARANPUBLIK.COM- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat memicu konflik dengan negara-negara Muslim. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan resmi perayaan Idulfitri dan Nowruz, Jumat (20/3), di tengah meningkatnya tensi kawasan.
Ia menekankan bahwa Iran memandang negara-negara Islam sebagai saudara, bukan lawan, sehingga konflik antar sesama Muslim harus dihindari.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian secara tegas menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pemicu utama ketegangan di Timur Tengah.
Ia juga menyatakan kesiapan Iran untuk menyelesaikan persoalan dengan negara-negara tetangga melalui dialog, sekaligus mengusulkan pembentukan sistem keamanan regional berbasis kerja sama antarnegara Muslim tanpa campur tangan asing.
Lebih lanjut, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Ia merujuk pada fatwa yang dikeluarkan oleh Ali Khamenei yang melarang penggunaan senjata pemusnah massal.
Menurutnya, tidak ada otoritas di Iran yang dapat melanggar ketentuan tersebut, meski tudingan terus dilontarkan oleh pihak Barat.
Pernyataan ini muncul setelah eskalasi konflik pada akhir Februari lalu, ketika serangan gabungan AS dan Israel menghantam sejumlah wilayah di Iran, termasuk Teheran.
Serangan tersebut memicu balasan keras dari Iran melalui peluncuran rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta aset militer AS di kawasan.






