KOLAKA UTARA

Dinas Perumahan Kolut Alokasikan Lebih dari 100 Unit Perbaikan Rumah dan Lanjutkan Pembangunan Rumah Singgah

389
×

Dinas Perumahan Kolut Alokasikan Lebih dari 100 Unit Perbaikan Rumah dan Lanjutkan Pembangunan Rumah Singgah

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara, SiaranPublik.com – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kolaka Utara mencatat sejumlah capaian program strategis sepanjang tahun 2025, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni hingga pembangunan rumah singgah dan pasar berbasis konsep smart city.

Kepala Dinas Perkimtan Kolut, Mukhlis Bahtiar, mengatakan bahwa perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dialokasikan sebanyak 50 unit yang bersumber dari APBD.
Selain itu, terdapat 11 unit rumah terdampak bencana yang diperbaiki, serta 1 unit rumah yang dibangun kembali akibat kerusakan berat. Dukungan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program bedah rumah sebanyak 20 unit.

“Kalau ditotal, seluruhnya ada 82 unit rumah yang ditangani. Di luar itu, masih ada tambahan sekitar 20 unit dari provinsi. Secara keseluruhan, khusus RTLH yang dieksekusi pada 2025 ini jumlahnya lebih dari 100 unit,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, kondisi anggaran tahun 2025 masih cukup baik sehingga memungkinkan program-program tersebut tetap berjalan optimal.

Selain sektor perumahan, Dinas Perkimtan juga melakukan pembebasan lahan seluas 5 hektare di wilayah Pakue untuk keperluan pembangunan Sekolah Rakyat. Mukhlis menjelaskan, kebutuhan lahan minimal untuk program tersebut adalah 7 hektare, sehingga pembebasan lahan lanjutan direncanakan pada awal tahun ini.

Di bidang infrastruktur kawasan permukiman, pihaknya juga menangani pekerjaan KPSU (Kawasan Prasarana, Sarana, dan Utilitas) berupa pembangunan saluran drainase di Ulu Kalo, Desa Watuliu sepanjang sekitar 200–300 meter. Wilayah tersebut selama ini kerap dilanda banjir karena tidak memiliki saluran pembuangan air.

“Drainase ini sangat dibutuhkan masyarakat karena hampir setiap hujan terjadi genangan,” jelasnya.

Mukhlis juga mengungkapkan pembangunan rumah singgah yang dimulai pada 2025. Namun, karena keterbatasan waktu, dirinya baru mulai bertugas di Dinas Perkimtan pada September dan pengerjaan baru mencapai tahap timbunan, fondasi, dan sebagian konstruksi.

“Pekerjaan ini hanya berjalan sekitar dua bulan, sehingga belum bisa diselesaikan. Insya Allah tahun ini akan kita lanjutkan hingga rampung,” katanya.

Rumah singgah tersebut berlokasi di bagian barat Pondok Tahfiz, kawasan Bepas, tepatnya di depan Masjid Agung, dan direncanakan berfungsi sebagai tempat singgah sementara bagi masyarakat luar daerah yang beristirahat di sekitar masjid.

“Kita berharap keberadaan rumah singgah ini bisa mengurangi aktivitas masyarakat yang bermalam di masjid, kecuali memang untuk beribadah. Selain itu, juga diharapkan membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat yang mengelolanya,” tambah Mukhlis.

Tak hanya itu, Dinas Perkimtan Kolaka Utara juga mulai merintis pembangunan pasar berbasis smart city. Pasar tersebut dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi berkecepatan 200 Mbps di dua titik, guna mendukung aktivitas pedagang dan layanan informasi harga kebutuhan pokok.

“Kita fasilitasi pedagang ikan, sayur, dan sembako agar tetap bergairah berjualan di pasar. Informasi harga juga ditampilkan agar masyarakat lebih mudah mengakses dan harga di pasar cenderung lebih murah dibanding di luar,” jelasnya.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya penataan kota agar aktivitas jual beli ikan dan sayur tidak lagi dilakukan di sudut-sudut kota yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu estetika lingkungan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan camat dan pihak terkait untuk menghimbau pedagang agar berjualan di pasar. Kecuali untuk makanan siap saji, tentu itu berbeda,” terang Mukhlis.

Ia berharap ke depan dukungan anggaran dan program perumahan di Kolaka Utara dapat terus meningkat, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.