KENDARI, SIARANPUBLIK.COM– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi menyerahkan Rancangan APBD (RAPBD) 2026 kepada DPRD dalam Rapat Paripurna, Kamis (27/11/2025). Dokumen disampaikan Wakil Gubernur Ir. Hugua mewakili Gubernur Andi Sumangerukka.
Dalam RAPBD 2026, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 4,06 triliun, turun 18,88 persen dari tahun sebelumnya akibat penurunan transfer pusat. Pendapatan tersebut terdiri dari PAD Rp 1,78 triliun, transfer pusat Rp 2,281 triliun, serta pendapatan sah lainnya.
Untuk belanja, Belanja Daerah direncanakan Rp 4,083 triliun, turun 13,07 persen. Alokasi belanja difokuskan pada peningkatan layanan dasar pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur publik.
Demikian juga untuk penguatan ekonomi daerah melalui konektivitas wilayah, pemanfaatan sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan bagi dunia usaha, dan perbaikan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas.
Struktur belanja terdiri dari belanja operasi Rp 3,049 triliun, belanja modal Rp 301,595 miliar, belanja tak terduga Rp 50,380 miliar, dan belanja transfer Rp 681,875 miliar.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan dialokasikan Rp 69,731 miliar, bersumber dari SILPA 2025 dan pengembalian sisa hibah Pilkada. Sementara pengeluaran pembiayaan Rp 54,790 miliar digunakan untuk pembayaran cicilan pokok pinjaman kepada PT SMI beserta bunga.
RAPBD 2026 kini masuk tahap pembahasan di komisi dan fraksi DPRD sebelum ditetapkan menjadi APBD.






