RAGAM

Serangan Rudal Senjata hipersonik Iran Hantam Israel Selatan, Puluhan Korban Dilaporkan Meninggal dan Ratusan Terluka

20
×

Serangan Rudal Senjata hipersonik Iran Hantam Israel Selatan, Puluhan Korban Dilaporkan Meninggal dan Ratusan Terluka

Sebarkan artikel ini
Dampak kerusakan bangunan yang terjadi di Demona. Foto: Istimewa

SIARANPUBLIK.COM- Serangan rudal yang dilancarkan Iran ke wilayah selatan Israel menyebabkan sekitar 200 orang terluka, setelah sistem pertahanan udara gagal mencegat sejumlah proyektil yang menghantam dua kota di dekat fasilitas nuklir.

Laporan awal dari stasiun televisi Israel Channel 13 mengindikasikan kemungkinan adanya korban jiwa, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Sementara itu, di Tel Aviv, sedikitnya 15 orang dilaporkan terluka dalam serangan terpisah yang melibatkan bom tandan pada Minggu.

Insiden ini menambah tekanan besar terhadap sistem pertahanan udara Israel, seiring meningkatnya intensitas serangan yang dinilai semakin menguji batas kemampuan pertahanan negara tersebut.

Rumah Sakit Soroka di Beersheba dilaporkan menetapkan status insiden korban massal setelah tim darurat merespons sejumlah titik serangan. Kepala eksekutif layanan ambulans Magen David Adom, Eli Bin, menyebut beberapa korban diduga masih terjebak di dalam bangunan yang runtuh di Kota Arad.

Ia menggambarkan kejadian tersebut sebagai peristiwa berskala sangat besar, dengan kekhawatiran masih adanya warga yang belum ditemukan. Berdasarkan penilaian awal, salah satu rudal yang membawa hulu ledak konvensional seberat ratusan kilogram menghantam area permukiman, memicu kerusakan struktural parah dan kebakaran di sekitarnya.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan ledakan terjadi hanya beberapa detik setelah sirene peringatan berbunyi, meskipun waktu kejadian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sementara itu The Guardian memberitakan jika Angkatan Udara Israel telah membuka penyelidikan atas kegagalan pencegatan rudal yang menghantam Arad. Penyelidikan serupa juga dilakukan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk mengungkap penyebab dampak serangan tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut insiden ini sebagai “malam yang sangat sulit dalam kampanye untuk masa depan kita”. Ia menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan balasan terhadap musuh di berbagai lini dengan penuh tekad.

Selain Arad, penyelidikan juga dilakukan terhadap serangan sebelumnya di Dimona, kota yang berada di gurun Negev dan berdekatan dengan pusat penelitian nuklir Israel yang diyakini sebagai bagian penting dari program nuklir negara tersebut.

Di pihak lain, Juru Bicara Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa langit Israel kini “tidak berdaya” dan menegaskan kesiapan Iran untuk memasuki fase lanjutan dari operasi militer yang telah direncanakan.

Serangan rudal ke sejumlah wilayah, termasuk Arad dan Dimona, dilaporkan menghantam kawasan permukiman warga. Ia menyebut jika sejumlah laporan awal dikemukakan dari 70 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka, meski angka ini masih terus diverifikasi.

Situasi ini semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas jika kedua pihak terus melanjutkan aksi militer balasan.