SiaranPublik.com- Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menegaskan kemuliaan Nabi Muhammad ﷺ sekaligus menjadi dasar ditetapkannya kewajiban shalat bagi umat Islam. Peristiwa ini diyakini terjadi dalam satu malam atas kehendak Allah SWT dan menjadi mukjizat yang memiliki dimensi spiritual mendalam.
Perjalanan Isra Mi’raj berawal dari Masjidil Haram di Kota Makkah. Pada malam itu, Nabi Muhammad ﷺ diperjalankan oleh Allah SWT dengan didampingi Malaikat Jibril AS. Beliau menaiki Buraq, kendaraan yang dalam riwayat hadis digambarkan bergerak sangat cepat. Dari Makkah, Nabi ﷺ melakukan perjalanan menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, yang dikenal sebagai tahap Isra.
Setibanya di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan shalat dan memimpin para nabi terdahulu sebagai imam. Peristiwa ini dipahami sebagai simbol persatuan ajaran tauhid dan penegasan kedudukan Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi dan rasul.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan Mi’raj, yakni kenaikan Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Aqsa menuju langit. Dalam perjalanan ini, Nabi ﷺ naik menembus beberapa lapisan langit dan bertemu dengan para nabi, hingga akhirnya mencapai Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui makhluk kecuali dengan izin Allah SWT.
Pada puncak perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad ﷺ menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa kewajiban shalat bagi umat Islam. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas rahmat Allah SWT, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu, tanpa mengurangi nilai dan pahalanya.
Setelah seluruh rangkaian perjalanan tersebut selesai, Nabi Muhammad ﷺ kembali ke Makkah pada malam yang sama. Peristiwa Isra Mi’raj kemudian menjadi ujian keimanan bagi umat Islam, terutama terkait keyakinan terhadap hal-hal ghaib, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga shalat sebagai ibadah utama.
Hingga kini, Isra Mi’raj tidak hanya diperingati sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Rujukan:
–Al-Qur’an
Surah Al-Isra ayat 1
-Hadis Sahih
Shahih Bukhari, Kitab Ash-Shalah dan Kitab Bad’ul Khalq
Shahih Muslim, Kitab Al-Iman
-Kitab Tafsir
Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim
Kitab Sirah dan Sejarah Islam
Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah
Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah
-Syarah Hadis
Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari
Imam Nawawi, Syarh Shahih Muslim






