HEADLINEKOLAKA TIMURNASIONAL

NasDem Bantah Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Ahmad Sahroni: Abdul Azis Ada di Samping Saya

224
×

NasDem Bantah Bupati Kolaka Timur Terjaring OTT KPK, Ahmad Sahroni: Abdul Azis Ada di Samping Saya

Sebarkan artikel ini

Makassar – Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, membantah kabar yang menyebut Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

Sahroni menyampaikan klarifikasi ini dalam konferensi pers di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (7/8/2025). Dalam kesempatan tersebut, Abdul Azis turut hadir dan duduk di samping Sahroni.

“Ini di Makassar, ada berita yang menyebut kader kami, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis, ditangkap dalam OTT oleh KPK. Itu disampaikan oleh Pak Johanis Tanak,” ujar Sahroni.

“Berita itu baru muncul tadi siang. Maka dari itu, kami ingin sampaikan bahwa Abdul Azis ada di sebelah saya saat ini,” lanjutnya. Sahroni didampingi Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyebut seorang kepala daerah di Sulawesi Tenggara, yakni Bupati Kotim, terjaring dalam OTT. Namun Sahroni menilai pernyataan tersebut keliru dan menyesatkan, karena Abdul Azis tengah berada di Makassar untuk mengikuti Rakernas NasDem yang dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Agustus 2025.

“Kami luruskan, Fraksi Partai NasDem, kader kami dari Kolaka Timur, Kakak Abdul Azis sedang mengikuti Rakernas sampai tanggal 10 mendatang,” tegas Sahroni.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu juga mengingatkan KPK agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik. Menurutnya, OTT seharusnya dilakukan langsung di lokasi kejadian tindak pidana.

“Teman-teman perlu pahami, OTT itu adalah penangkapan tangan yang terjadi langsung di lokasi kejadian. Kalau itu tidak terjadi, ya tidak bisa disebut OTT. Tapi berita yang disampaikan Pak Johanis Tanak menyebut demikian,” tegas Sahroni.

“Saya nyatakan, itu tidak benar,” pungkasnya.