TIMIKA – Aksi sigap prajurit TNI Angkatan Laut kembali menyelamatkan nyawa manusia di laut. KRI Banjarmasin-592 (KRI BJM-592) milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) berhasil mengevakuasi 12 anak buah kapal (ABK) KM Putra Kuantan yang mengalami kecelakaan laut di perairan Laut Arafuru, sekitar Timika, Papua, Senin malam (19/01).
Peristiwa tersebut terungkap setelah KRI BJM-592 menerima panggilan darurat melalui Radio Channel 16 pada pukul 19.50 WIT. Informasi disampaikan oleh KM Jaya Sejahtera 66 yang melaporkan bahwa KM Putra Kuantan terbalik di koordinat 04°58.048’ LS – 136°37.194’ BT.
Merespons laporan itu, KRI BJM-592 langsung mengangkat jangkar pada pukul 20.15 WIT. Komandan kapal segera berkoordinasi dengan Port Control Freeport dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Timika, sekaligus menyatakan kesiapan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Dalam pelayaran menuju lokasi kejadian, KRI BJM-592 menyiagakan tim SAR, tenaga medis, serta unsur LCVP/RHIB. Setibanya di lokasi, awak KRI mendapati KM Putra Kuantan dalam kondisi terbalik, dengan 12 ABK bertahan di atas lambung kapal, sebagian tanpa perlengkapan keselamatan.
Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan akibat cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang. Meski demikian, KRI BJM-592 tetap melakukan pendekatan secara hati-hati, disertai penggunaan lampu sorot untuk membantu para ABK bertahan di tengah gelapnya malam.
Melihat kondisi bangkai kapal yang semakin tidak stabil, Komandan KRI BJM-592 Kolonel Laut (P) Yohanes BCH, S.E., M.Sos., mengambil keputusan taktis dengan melakukan manuver menempelkan lambung kanan KRI ke kapal yang terbalik. Evakuasi pun dilakukan melalui pintu pandu dan tangga lambung kanan kapal perang tersebut.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Seluruh 12 ABK berhasil dievakuasi ke atas KRI BJM-592 dalam kondisi selamat.
Usai penyelamatan, KRI BJM-592 sempat melanjutkan pencarian terhadap satu ABK yang dilaporkan hilang oleh kapten kapal. Namun, operasi pencarian sementara dihentikan dan kapal melaksanakan peran jangkar karena kondisi cuaca yang semakin memburuk dan dinilai membahayakan keselamatan.






