KOLAKA UTARA

Januari–Februari Jadi Masa Rawan, Warga Kolaka Utara Diminta Siaga

237
×

Januari–Februari Jadi Masa Rawan, Warga Kolaka Utara Diminta Siaga

Sebarkan artikel ini

Kolaka Utara,SiaranPublik.com- Warga Kabupaten Kolaka Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama periode Januari hingga Februari. Pada rentang waktu tersebut, wilayah ini diperkirakan memasuki puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana, terutama banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya.

Kolaka Utara diketahui sebagai salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana cukup tinggi di Sulawesi Tenggara. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara, Mukramin, menyampaikan bahwa terdapat sedikitnya 15 sungai besar di wilayah tersebut yang berpotensi meluap apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama.

“Terutama masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar lebih waspada. Jika hujan turun terus-menerus, potensi luapan sungai sangat besar,” ujar Mukramin.

Selain ancaman banjir, ia juga mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk pepohonan di tepi sungai maupun di sekitar permukiman. Menurutnya, pohon-pohon yang sudah rapuh dan rawan tumbang perlu segera ditangani.

“Pepohonan yang sudah rapuh sebaiknya tidak dibiarkan, karena dapat tumbang dan membahayakan warga, apalagi saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang,” jelasnya.

Mukramin menegaskan, pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana. Upaya tersebut antara lain dengan mengeluarkan imbauan dini, memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta menindaklanjuti surat edaran Bupati Kolaka Utara yang telah disampaikan kepada para camat hingga pemerintah desa terkait kesiapsiagaan bencana.

“Sejak jauh hari kami sudah mengingatkan dan melakukan edukasi kebencanaan. Ini sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi bencana di musim hujan,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak kerawanan bencana di Kolaka Utara umumnya terjadi pada bulan Januari dan Februari. Periode tersebut kerap ditandai dengan curah hujan tinggi dan kondisi cuaca yang ekstrem.

“Kalau melihat pola sebelumnya, periode ini memang tergolong ekstrem. Kita berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ucap Mukramin.

BPBD Kolaka Utara pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap siaga, mengikuti arahan pemerintah, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana, demi keselamatan bersama.