TRAVELWAKATOBI

Festival Kabuenga Wa Sinta di Wakatobi, Tradisi Lama yang Terus Hidup dan Jadi Daya Tarik Wisata

13
×

Festival Kabuenga Wa Sinta di Wakatobi, Tradisi Lama yang Terus Hidup dan Jadi Daya Tarik Wisata

Sebarkan artikel ini

WAKATOBI, SIARANPUBLIK.COM- Masyarakat Pulau Kapota di Kabupaten Wakatobi kembali menunjukkan kekuatan tradisi lokal lewat perayaan Festival Kabuenga Wa Sinta yang digelar di Lapangan Pulau Kapota, Desa Kapota Utara, Kecamatan Wangiwangi Selatan. Festival ini bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi menjadi bukti bagaimana tradisi lama tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Perayaan tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari parade sarung leja dan budaya antardesa hingga pementasan kisah legenda cinta La Lili Alamu dan Wa Siogena. Prosesi adat yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Dalam bahasa setempat, kata “Kabuenga” berarti ayunan, sedangkan “Wa Sinta” merupakan panggilan sayang kepada seseorang. Tradisi ini sejak dahulu dikenal sebagai ruang pertemuan muda-mudi untuk saling mengenal hingga menemukan pasangan hidup.

Legenda cinta putra Raja Kapota, La Lili Alamu, dengan Wa Siogena seorang perempuan dari kalangan rakyat biasa yang menjadi kisah yang terus diwariskan dan menjadi roh utama festival tersebut.

Bupati Haliana memberikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini. Ia menilai Festival Kabuenga Wa Sinta bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal.

Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat terus digelar secara rutin dan menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Wakatobi.

Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan terhadap budaya lokal, Festival Kabuenga Wa Sinta dinilai mampu menjadi jembatan antara tradisi dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Pulau Kapota.