KOLAKA UTARA

Digitalisasi, Judi Online, dan Lunturnya Gotong Royong Jadi Ancaman Nyata

560
×

Digitalisasi, Judi Online, dan Lunturnya Gotong Royong Jadi Ancaman Nyata

Sebarkan artikel ini

KOLAKA UTARA, SIARAN PUBLIK- Arus digitalisasi global, disrupsi teknologi informasi, hingga ancaman sosial seperti judi online, bullying, narkoba, tawuran pelajar, pornografi, dan lunturnya semangat gotong royong menjadi tantangan serius bagi bangsa Indonesia. Generasi muda dinilai tengah berada di persimpangan antara modernisasi dan hilangnya jati diri kebangsaan.

“Adaptasi teknologi penting, tetapi jati diri bangsa tidak boleh hilang,” tegas Wabup Kolut, H. Jumarding saat membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso pada pacara peringatan Hari Pramuka ke-64 di Lapangan Aspirasi Kolut, Kamis (14/8/25).

Sebagai inspektur upacara, Jumarding mengatakan jika anggota Pramuka juga didorong aktif terjun ke masyarakat, dari aksi sosial, penanggulangan bencana, hingga pelestarian lingkungan hidup.

Pramuka juga dituntut menguasai teknologi informasi, memproduksi konten positif, dan melawan hoaks yang merusak tatanan sosial. Di sisi lain, mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pramuka juga diarahkan berperan dalam swasembada pangan melalui kerja sama strategis dengan HKTI, FAO, dan program pelatihan nasional.

Transformasi Gerakan Pramuka mencakup pengembangan kurikulum, pola pembinaan modern, hingga pembentukan wirausaha muda sebagai motor ekonomi bangsa. Seluruh langkah ini diyakini menjadi bagian penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan SDM yang unggul, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan.

“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Kita harus bersinergi membentuk generasi muda yang siap memimpin, mandiri, dan berdaya saing di panggung dunia,” tutup Jumarding.(rus)