PENDIDIKAN

Wabup Jumarding Dampingi Menteri Ekraf Tinjau Sekolah Rakyat

127
×

Wabup Jumarding Dampingi Menteri Ekraf Tinjau Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

KENDARI, SIARAN PUBLIK – Kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Selasa (6/8/2025), menjadi sorotan publik. Pasalnya, kunjungan tersebut tak hanya menghadirkan pejabat pusat, tetapi juga menggandeng pemimpin daerah yang memberi perhatian serius pada pendidikan rakyat, salah satunya Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding.

Menteri Teuku Riefky Harsya hadir di Kendari ditemani Sekretaris Menteri Dessy Ruhati dan Kepala Biro HSDMO Moch. Nurul Huda. Rombongan disambut Wakil Gubernur Sultra Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam kunker tersebut, Menteri Ekraf menyoroti peran generasi muda dalam menggerakkan ekonomi bangsa. Baginya, masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak kreatif yang hari ini ditempa di bangku sekolah.

“Ekonomi kreatif adalah pintu masa depan. Dunia kreatif itu luas, film, musik, kuliner, gim, hingga desain. Tugas kita menyiapkan anak-anak agar percaya diri, disiplin, dan mampu menangkap peluang baru,” ujar Riefky.

Sementara itu, Jumarding menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar seremonial. Baginya, sekolah rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi pusat pemberdayaan masyarakat. Di sinilah ilmu, keterampilan hidup, dan kearifan lokal dipadukan untuk melahirkan generasi berdaya saing,” tegasnya.

Menurutnya, program sekolah rakyat harus dirancang sebagai motor pembangunan yang berpihak pada keluarga miskin. Pendidikan gratis dan berkualitas, katanya, menjadi pintu masuk pemberdayaan wong cilik.

Ia memaparkan strategi implementasi mulai dari dukungan anggaran pusat dan daerah, kemitraan dengan komunitas, LSM, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga digitalisasi pendidikan. “Dengan bekal keterampilan berbasis teknologi tepat guna, anak-anak kita bisa melampaui sekadar ijazah. Mereka siap mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga kurang mampu, serta menjadikan masyarakat kecil sebagai motor pembangunan ekonomi rakyat.

“Sekolah rakyat harus menjadi jembatan menuju kesejahteraan generasi muda bangsa. Inilah ajakan gotong royong kita semua,” tutup Jumarding.(rus)