KOLAKA UTARASULAWESI TENGGARA

Taptu dan Parade Obor Semarakkan Malam Kemerdekaan di Kolaka Utara

111
×

Taptu dan Parade Obor Semarakkan Malam Kemerdekaan di Kolaka Utara

Sebarkan artikel ini
Bupati Kolut menyalakan obor guna melangsungkan pawai dalam lingkar ibukota.

KOLAKA UTARA – Malam menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, berlangsung semarak. Tradisi Taptu dan Parade Obor digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan, Minggu (16/8/2026) malam.

Upacara Taptu dimulai sekitar pukul 20.00 Wita dan dipusatkan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kolaka Utara, Kelurahan Lasusua. Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, bertindak sebagai inspektur upacara.

Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding bersama istri Hj. Hatija turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara Muhammad Syair, Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Utara Muchammad Arifin, Dandim 1412 Kolaka Letkol Inf. Choky Gunawan, unsur Forkopimda, kepala OPD, jajaran pemerintah daerah, serta pimpinan dan perwakilan masing-masing instansi vertikal.

Usai pelaksanaan upacara, peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan long march atau pawai obor menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Lasusua. Para peserta berjalan dalam barisan sambil membawa obor yang menyala, menciptakan suasana khas malam kemerdekaan. Tonton video: (https://vt.tiktok.com/ZSVjYKRxM/)

Rute pawai dimulai dari Rujab Bupati Kolaka Utara, kemudian bergerak menuju kawasan Tugu Perahu. Dari lokasi tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan dengan mengitari kawasan Tugu Kelapa sebelum akhirnya menuju titik akhir di Bundaran Suawindu.

Iring-iringan pawai diikuti berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Brimob, Satpol PP, pemadam kebakaran, Dinas Perhubungan, Pramuka, PMI, UMKOTA, hingga sejumlah elemen lainnya.Cahaya obor yang dibawa para peserta menerangi sepanjang jalur yang dilalui.

Pemandangan tersebut sekaligus menjadi simbol semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.

Taptu sendiri merupakan tradisi yang digelar pada malam 16 Agustus, sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut umumnya diisi dengan upacara dan pawai baris-berbaris menggunakan obor sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus untuk membangkitkan semangat nasionalisme.

Tak hanya sekadar seremoni, pelaksanaan Taptu di Kolaka Utara juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarelemen masyarakat. Peserta dari berbagai institusi dan organisasi berjalan dalam satu barisan, menggambarkan semangat persatuan dalam menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Setibanya di Bundaran Suawindu, rangkaian kegiatan malam kemerdekaan semakin semarak. Masyarakat dan peserta disuguhkan pentas hiburan yang turut diramaikan barisan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kehadiran UMKM membuat kawasan Bundaran Suawindu tidak hanya menjadi titik akhir parade, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati hiburan, sekaligus melihat berbagai produk yang ditampilkan para pelaku usaha lokal.

Rangkaian Taptu dan Parade Obor tersebut menjadi salah satu cara masyarakat Kolaka Utara menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (rus)