BOMBANA

Tim SAR Temukan Jenazah Nelayan Mengapung di Perairan Kabaena

32
×

Tim SAR Temukan Jenazah Nelayan Mengapung di Perairan Kabaena

Sebarkan artikel ini
Foto : Basarnas Kendari

BOMBANA – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari perahu saat melaut di sekitar perairan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berakhir dengan kabar duka.

Korban bernama La Parinta (62), warga Desa Lambale, Kecamatan Kabaena Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026) dini hari.

PH Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 01.30 Wita.

“Korban ditemukan sekitar 3,85 nautical mile (NM) arah utara dari lokasi kejadian yang diduga (LKP) dalam keadaan meninggal dunia,” kata Iwan dalam keterangan resminya.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Sebelumnya, pencarian dilakukan setelah warga menemukan sebuah perahu tanpa awak di perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 09.20 Wita.

Setelah diidentifikasi, perahu tersebut diketahui milik La Parinta. Korban diketahui pergi melaut pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

Menurut kebiasaan, korban biasanya kembali dari melaut sekitar pukul 20.00 Wita pada hari yang sama. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung pulang.

Temuan perahu tanpa awak itu kemudian memicu kekhawatiran warga dan keluarga. Masyarakat bersama pihak keluarga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya perahu, tetapi hasilnya masih nihil hingga operasi SAR dilakukan.

Dalam pencarian, tim SAR melibatkan personel KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos AL Baubau, Polsek Dongkala, Babinsa Dongkala, Puskesmas Dongkala, aparat desa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Korban kemudian ditemukan sekitar 3,85 NM atau sekitar 7,13 kilometer dari lokasi terakhir yang diduga menjadi titik keberadaan korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama terhadap kondisi cuaca dan keselamatan selama berada di perairan.