Kendari,Siaranpublik.com– Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menggelar diskusi terbuka bersama puluhan jurnalis di Lobby Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Forum ini menjadi ajang transparansi Pemerintah Provinsi Sultra dalam memaparkan capaian kinerja sekaligus menjawab berbagai isu aktual daerah.
Dalam suasana dialog yang terbuka dan hangat, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmennya menjalankan pemerintahan yang jujur, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Saya ini produk baru sebagai Gubernur, tapi orang lama di Sulawesi Tenggara. Sebelum menjabat, saya pernah menjadi Danrem dan Kabinda. Saya datang ke Sultra untuk mengabdi,” tegas.
Salah satu komitmen yang disorot adalah pengalihan penuh dana operasional Gubernur untuk program beasiswa. Sepanjang 2025, beasiswa yang disalurkan Pemprov Sultra telah mencapai Rp4 miliar dan ditargetkan meningkat hingga Rp10 miliar pada tahun 2026.
Di sektor infrastruktur, Gubernur memaparkan bahwa selama 10 bulan masa kepemimpinan Asr–Hugua, perbaikan jalan provinsi telah mencapai total 36 kilometer, meliputi peningkatan, rehabilitasi, dan rekonstruksi jalan strategis antarwilayah.
“Ini baru 10 bulan. Tahun depan kami targetkan minimal 40 kilometer jalan provinsi,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor irigasi dan sumber daya air juga mencatat capaian maksimal. Seluruh paket pekerjaan irigasi tahun 2025 dilaporkan mencapai progres fisik 100 persen, mulai dari rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan talud pengaman pantai, hingga normalisasi sungai di sejumlah kabupaten dan kota.
Sepanjang tahun 2025, Pemprov Sultra juga menorehkan berbagai prestasi nasional. Di antaranya, Peringkat Ketiga Nasional Kinerja Penyelenggaraan Jalan pada Bina Marga Sutami Award 2025 serta Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025.
Selain itu, Pemprov Sultra menerima Piagam Apresiasi dari Agen Literasi Indonesia atas dukungan pengembangan literasi, Penghargaan Top Pembina BUMD 2025, serta Baznas Award 2025 kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia yang diterima langsung oleh Gubernur Andi Sumangerukka.
Gubernur menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah daerah berlandaskan pada nilai integritas dan kemanfaatan bagi masyarakat. “Saya hanya memegang dua prinsip dalam memimpin, yaitu kebenaran dan kebaikan,” pungkasnya.






