BeritaBirokrasiTerkini

Hari Jadi Kota Pasuruan Ke 334 Kirab Pataka Untung Suropati

3Views

PASURUAN, Siaranpublik. com

Kegiatan Kirab Pataka Untung Suropati, memperingati hari jadi Kota Pasuruan ke -334 tambah semarak dengan iringan drum band SD-SMP se- Kota Pasuruan, dan tari khas Kota Pasuruan terbang Bandung, Sabtu (08/02/20).

 

Berangkat dari kantor Pemerintah Kota Pasuruan di jalan Pahlawan, menuju GOR Untung Suropati di jalan Sultan Agung Kota Pasuruan. Menempuh jarak sekitar satu kilo meter, arak-arakan yang diawali oleh Adipati Wironegoro (Gelar untuk Untung Suropati) dengan gagah nan wibawa menunggang kuda, dikawal oleh Panglima Darmoyudo dan diikuti oleh pengiring kerajaan. Barisan sepanjang seratus meter tersebut menyedot perhatian publik Kota maupun luar Kota Pasuruan.

Kirab Pataka sendiri merupakan momen diterimanya Surat Perintah dari Raja Mataram kepada Untung Suropati untuk menjadi pemimpin Pasuruan tahun 1686 M. Merupakan Surat Perintah yang di jadikan tonggak Sejarah berdirinya Kota Pasuruan.

“Dengan adanya Kirab Pataka ini maka masyarakat dapat melihat dan mengetahui tentang Sejarah berdirinya Kota Pasuruan. Juga menjadi potret untuk mengenang Perjuangan dari Adipati Untung Suropati dalam mempertahankan Kota Pasuruan melawan Penjajahan Belanda, “ucap Raharto Teno Prasetyo, Plt. Wali Kota Pasuruan dalam pidato sambutannya diprosesi Kirab Pataka.

Lebih lanjut Lelaki yang biasa di sapa Teno tersebut menuturkan,
stabilitas wilayah yang kondusif adalah modal dasar dalam rangka suksesi pembangunan yang menjadi program Pemerintah Kota Pasuruan dengan tujuan memakmurkan dan mensejahterakan Masyarakat.

Dimana peluang dan tantangan sebagai bagian dari proses Pembangunan akan menjadi potensi yang luar biasa ketika stakeholder mampu bersinergi, sebagaimana tema Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke-334, “Kota Pasuruan Guyub Rukun, Kota Pasuruan Damai, Maju, Berdaya Saing DanSejahtera”.

“Oleh karenanya saya berharap agar Sinergitas yang sudah terbangun baik ini, hendaknya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, “pesan Teno.

Akhir-akhir ini dinamika yang ada dan telah terjadi, sebagai refleksi dari proses Demokrasi telah menimbulkan dampak yang signifikan dalam segala aspek. ” Oleh karena itu pada kesempatan ini saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Ulama, dan segenap Masyarakat Kota Pasuruan yang telah bersama-sama dengan Pemerintah untuk senantiasa menjaga stabilitas wilayah sehingga Kota Pasuruan menjadi Aman, Guyub, Rukun, Damai Sejahtera dan Berdaya Saing, “kata Teno.

Dia menambahkan, disadari bahwa tantangan terberat pada saat ini adalah dalam Aspek Pembangunan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Dan dituntut untuk mampu membangun dan menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berbudaya dan Berbudi Luhur.

“Sementara fenomena yang ada dan terjadi di tengah-tengah kehidupan kita saat ini telah mengakibatkan menurunnya Nilai dan Norma yang tidak mencerminkan jati diri Bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang mengedepankan rasa Persatuan dan Kesatuan, “tegas Teno.

Dalam prosesi Kirab Pataka. Hadir seluruh kepala dinas dan anggota legeslatif beserta istri. Juga undangan dari tokoh masyarakat, LSM, Ketua RW serta tokoh agama.
Sepanjang prosesi penerimaan Pataka, alunan gamelan dari Sanggar Dharma Bhudaya membuat suasana prosesi terasa semakin sakral.

Secara keseluruhan acara berlangsung lancar dan lebih menghibur. Giat kirab tersebut merupakan salah satu agenda tahunan wisata Kota Pasuruan. Berbagai informasi terkait dengan destinasi atau jujugan wisata, dirangkum dalam sebuah brosur yang berjudul Jelajah Wisata Kota Pasuruan.

wartawan : mulyo prabowo

editor.           : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply