KriminalPolitik

H. Said Agil Hingga Gus Ali Sidoarjo Di Haul Romo Kiai Hamid Ke 38

4Views

PASURUAN,  Siaranpublik.com

Bangsa Indonesia saat ini mengalami Krisis terbesar yakni krisis keteladanan yang disebabkan karena tidak mengenal Rosulullah Muhammad SAW dan bisa berpengaruh buruk disegala hal. Rosulullah Muhammad SAW adalah satu-satunya pemimpin yang mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang sejuk, harmonis, sejahtera dan adil makmur.

Nikmat Allah yang paling besar dan patut disyukuri adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Itulah bagian isi ceramah agama oleh KH Agus Ali Masyhuri di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul ke 38 Al Marhum, Al Maghfurlah, Al’ Arif Billah KH. Abdul Hamid Bin Abdulloh Bin Umar dan Haul ke 29 Ibu Nyai Hj. Nafisah Ahmad Qusyairi, oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Salafiyah di Jalan KH. Abdul Hamid VIII/14 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (06/11/19)

Dia mengingatkan, bahaya radikalisme menjadi ancaman bangsa Indonesia. Hal tersebut harus dihadapi bersama. Ada 3 ciri-ciri radikalisme yakni, sering mengkafirkan orang lain, ingin mendirikan negara di sebuah negara dan ingin merubah dasar atau haluan negara.

Ceramah agama dipungkasi oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj. Menurutnya, kita harus bersyukur dan bangga menghadiri Haul ini, karena masih dibanjiri para jamaah. Sebab nanti di akhirat kelak, kita akan dikumpulkan dengan Rosulullah Muhammad SAW serta ulama KH. Abdul Hamid.
Dia juga menegaskan bahwa, Nadhatul Ulama (NU) punya modal yang tidak pernah habis yakni kapital intelektual. Yaitu ulama-ulama dan kyai muda yang menerima estafet untuk meneruskan perjuangan Nadhatul Ulama. Seperti, H.M. Idris Hamid mendapat estafet dari KH. Abdul Hamid untuk meneruskan perjuangan dan cita-citanya. “Karomah dan mukjizat bersumber dari nur Nabi Muhammad SAW. Kita menjadi umat mulia karena mempunyai nabi yang mulia. Semoga kita mendapat barokah dan safaatnya, “pungkasnya.

Sebelumnya, acara dibuka oleh Sambutan keluarga Pondok Pesantren Salafiyah, KH.M. Idris Hamid. Dia mengatakan, tidak terasa setahun berjumpa kembali di Haul ke 38 Al Marhum, Al Maghfurlah, Al’ Arif Billah KH. Abdul Hamid Bin Abdulloh Bin Umar dan Haul ke 29 Ibu Nyai Hj. Nafisah Ahmad Qusyairi. Patut disyukuri hadir di majelis ini. Karena semua merindukan Rosulullah SAW dan juga sebagai sarana dakwah islamiyah untuk mengajak masyarakat belajar meningkatkan kebaikan Amar Makruf Nahi Mungkar dan menjauhi segala larangan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. “Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan kita semua diselamatkan dari bencana, “harapnya

Kegiatan tersebut di hadiri pejabat pusat, anggota DPR RI, Gubernur Jawa Timur beserta jajarannya, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Bupati Banyuwangi dan Bupati Lumajang, Perwakilan Polda Jawa Timur, Ketua dan Anggota DPRD Kota, Jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Pasuruan, Camat Dan Lurah Se-Kota Pasuruan, Ketua Umum PBNU dengan jajarannya, Para Habaib, Para Ulama, Para Kyai, Para Ustad, Tokoh Agama, Para Masayet, para Sesepuh, para santri Alumni Pondok Pesantren Salafiyah, ratusan ribu jamaah Haul serta undangan lain.

wartawan : mulyo prabowo

editor.          : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply