BeritaTerkini

Pawai Obor 1 Muharom Digelar Desa Pleret

24Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Masyarakat Pasuruan meramaikan pergantian Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1441 dengan pawai obor. Tradisi arak-arakan atau pawai obor tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi tahunan. Entah mulai kapan tradisi ini berawal, yang pasti, setiap 1 Muharram atau 1 Suro menurut kalender jawa, pasti masyarakat melakukan pawai obor disertai dengan atraksi seni tradisional seperti pencak silat, tabuhan rebana dan lainnya.

Seperti yang dilakukan warga Desa Pleret, Kabupaten Pasuruan. Mereka menggelar pawai obor pada malam satu Muharram 1441 Hijriah yang jatuh pada hari Sabtu (31/08/19) menurut kalender Masehi. Dilepas oleh Kepala Desa Pleret dari balai Desa Pleret menuju lapangan Warungdowo. Jarak yang ditempuh lebih kurang satu kilometer. Jarak yang pendek inipun mengakibatkan lalu lintas padat merayap.

Kepala Desa Pleret, Agus menuturkan, pawai 1 Muharaman, sudah menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Pleret. Oleh sebab itu, desa selalu mengkoordinir kegiatan tersebut. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban peserta saat pawai berlangsung, pihaknya berkoordinir dengan Kepolisian Polsek Pohjentrek dan Banser.

Animo warga Pleret untuk mengikuti pawai sangat tinggi. Diikuti warga dari 9 Rukun Warga (RW). Ada dari kelompok pengajian ibu-ibu, TPQ (tempat pendidikan Alquran), Madin, padepokan perguruan pencak silat dan karang taruna. “Mereka dengan sukarela dan swadaya andil dalam pawai ini, ” terang Agus.

Selain di Desa Pleret, di kawasan Kota Pasuruan pawai obor bisa di jumpai di jalanan kota. Tanpa koordinasi yang baik, seringkali jalur yang dilalui bertabrakan dengan kelompok lain. Akibatnya lalu lintas tersendat bahkan macet. Namun pengendara memakluminya karena kegiatan tersebut ditemui hanya setahun sekali. “Macet sedikit tidak apa-apa demi memeriahkan tahun baru Hijriah. Toh hanya setahun sekali, ” ujar salah satu pengendara motor kepada pengendara lain yang ada sampingnya.

wartawan : mulyo prabowo

editor.          : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply