BeritaBirokrasiTerkini

BPJS Berharap Pemerintah Daerah Buat Turunan PP Mendukung Penyelenggaraan JKN-KIS

40Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Kepala BPJS Cabang Pasuruan, Indriana Damayanti, berharap pemerintah daerah dapat mendukung penyelenggaraan JKN-KIS dengan membuat aturan hukum (turunan PP No. 86) yang dapat mengikat peserta agar taat aturan.  Terutama membayar iuran kesehatan.

Menurut dia, penyelenggaraan JKN-KIS filosofinya adalah pemerataan dengan konsep gotong royong. “Dengan gotong royong semua tertolong,” ujarnya saat memberi paparan dalam acara Public Expose Capaian Kinerja BPJS Kesehatan Tahun 2018, yang digelar disalah satu resto di Kota Pasuruan, Jumat (12/07/2019).

Indriana menuturkan, banyak peserta BPJS mandiri yang menunggak membayar iuran karena tidak ada punishment atau sanksi yang membuat efek jera. Selama ini keterlambatan membayar iuran hanya dikenakan denda 2,5 %. Diakui, masih banyak yang menunggak hingga ratusan ribu bahkan  jutaan rupiah.

Untuk peserta dari badan usaha tidak ada masalah. Karena saat ini menggunakan sistem closed payment. Yaitu, jika sebuah badan usaha terlambat satu bulan membayar iuran karyawannya, secara otomatis akan menghentikan pelayanan di semua fasilitas kesehatan.

“Bagi pemerintah daerah yang sudah melaksanakan UHC ( Universal Healt Covered) seperti Kota Pasuruan, ini sangat membantu penyelenggaraan JKN-KIS. Karena 98% masyarakatnya sudah tercover BPJS, ” ucap Indriana.

Dalam acara tersebut, Indiana menyampaikan sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Yaitu, Integrated System For Traffic Accident  (Insiden). Merupakan aplikasi yang mengintegralkan sistem pelayanan BPJS dan PT. Jasa Raharja (Persero).

Dengan sistem ini, peserta BPJS yang mengalami kecelakaan tunggal, bisa dilayani di semua fasilitas kesehatan dengan syarat harus ada surat dari kepolisian yang menerangkan kecelakaan tersebut.

“Dengan aplikasi ini, BPJS, Jasa Raharja dan kepolisian terkoneksi dalam sistem aplikasi insiden. Jika ada kecelakaan, sudah langsung bisa diidentifikasi apa itu kecelakaan tunggal atau ganda,” jelas Indriana.

wartawan : mulyo prabowo

editor.          : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply