BeritaBirokrasiTerkini

Mutasian Di Pemkab Pasuruan Carut Marut dan Terjadi Tarik Ulur Antara Bupati dan Wakil Bupati, FORMAT Minta Supaya Dibatalkan

64Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Mutasi 333 ASN di lingkup Pemkab Pasuruan awal pekan kemarin,  dinilai LSM FORMAT (Forum Masyarakat Timur), carut marut. Mutasi kali ini sarat kepentingan politik.  Makanya tak heran bila  sempat diindikasikan terjadi tarik ulur antara Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf dan Wakil Bupati, Gus Mudjib Imron.

Mutasi kali ini ada dua gerbong.  Yaitu gerbong Bupati dan Wakil Bupati. Ada kabar, Wakil Bupati lebih mendominasi. Di tingkat golongan III dan IV terjadi tumpang tindih jabatan.  Ada golongan III D menduduki jabatan Kabid.  Sementara yang menjadi bawahannya sudah golongan IV A.

Ini terjadi di Dinas Perijinan.  Lalu ada satu kursi jabatan diisi dua orang.  Itu terjadi di Kecamatan Kejayan. Lalu ada jabatan yang yang orangnya akan pensiun, ternyata sudah diisi. Kemudian khusus untuk jabatan basah, yaitu Kepala Dinas PU Bina Marga, PU Cipta Karya dan PUPR hanya terjadi pergeseran saja.

“Di jabatan ini sifatnya hanya diputer-puter kayak susur, ” tegas Ismail Maki yang didampingi M. Ridwan Ovu, Ketua dan Sekretaris LSM FORMAT. Mutasian kali ini perlu dirombak kembali.

Masih kata Maki, dari kejadian ini tampak jelas jika Bupati dan Wakil Bupati sudah mulai tidak kompak.  Antara keduanya sudah tidak solid seperti saat-saat keduanya mencalonkan diri. Sekarang Wakil Bupati cenderung overlap dalam kekuasaannya.

“Padahal mestinya posisi wakil ya, harus mengerti.  Artinya,  awak dan sikil (Wakil). Fisolofinya,  gak perlu minta endas (kepala). Paham posisi lah. Namanya  Bupati juga semestinya tegas.  Gak usah tawar menawar.  Jika memang Bupati juga begitu.  Harus tegas.  Tidak mau tegas, yaa mundur saja.  Biar Wakil Bupati yang berkuasa, ” sahut Ridwan Ovu, yang akrab disapa Opu.

Dalam kaitan ini LSM FORMAT kirim surat kepada Sekda selaku Baperjakat.  Inti suratnya, Maki dan Opu minta audensi dengan Bupati dan Wakil Bupati.  Tak itu saja, FORMAT juga menyurati Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. Kepada Ketua Dewan, Maki dan Ovu minta agar ada klarifikasi dari kedua belah pihak.

Ada lima tuntutan yang disampaikan dalam suratnya.  Yaitu, soal carut marutnya mutasi.  Tumpang tindihnya kewenangan antara Bupati dan Wakil Bupati.  Mutasi sarat kepentingan politik. Mutasian ini  cenderung personal daripada mendengar atau mengedepankan usulan Baperjakat.

“Karena dugaan adanya kejanggalan-kejanggalan ini, maka kami minta agar mutasi dibatalkan. Seluruh ASN dikembalikan kedudukannya seperti semula.  Mutasi dilakukan kembali setelah Bupati, Wakil Bupati dan Baperjakat duduk bersama, ” pungkas Maki yang diamini Ovu sembari menyerahkan suratnya kepada reseptionis Kantor Bupati dan Wakil Bupati.

Terkait protes ini, wartawan media ini tidak berhasil menemui Bupati dan Wakil Bupati. Menurut salah satu stafnya,   Bupati maupun Wakil Bupati sedang tugas luar kota.  Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, juga sedang keluar kota.  Sementara Asisten I, II dan III yang juga didatangi di kantornya, mereka sedang dinas liar kota. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply