BeritaTerkiniTNI POLRI

Prihatin Krisis Air, Kodim 0819 Gelontorkan Air Bersih Ke Jeladri, Winongan

58Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Pipanisasi air bersih sebagai bentuk kompensasi proyek nasional SPAM Umbulan, hingga kini belum kelar.  Air bersih yang ditunggu-tunggu warga belum mengalir.  Kabarnya proyek Rp 33 Milyar itu mangkrak.  Kontraktor penggarapnya lari.  Padahal sesuai rencana,  proyek pipanisasi ini rampung dan mengalir ke warga-warga awal 2019 lalu.

Karena keterlambatan proyek tersebut, memasuki musim kemarau sekarang ini warga di 23 desa di sejumlah kecamatan kembali kesulitan air bersih.  Salah satunya di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.  Sudah sepekan belakangan, warga berebut air bersih kiriman dari BPBD dan sejumlah perusahaan di wilayah sekitar Kecamatan Winongan.

Melihat kondisi ini, Kodim 0819 Pasuruan pun turun tangan menggelontorkan air bersih.  Dengan mobil tangki, Selasa (9/7/2019) dipimpin langsung Dandim 0819, Letkol Arh.  Burhan, ke Desa Jeladri membantu warga air bersih.

Ratusan warga antusias menerima bantuan tersebut. Jerigen kosong berbagai ukuran dan warna memadati halaman salah satu rumah penduduk.  Dandim dengan telaten mengucurkan air bersih ke jerigen itu. Sementara  anggotanya sibuk membantu warga mengangkat jerigennya dan mendorong geledan berisi jerigen.

Dandim mengatakan, geografis Pasuruan, kalau musim hujan cenderung terjadi banjir dan longsor.  Sedang kalau musim kemarau selalu terjadi kekeringan dan krisis air.  Untuk mengatasi ini pihaknya merasa prihatin. Sebagai bentuk kepeduliannya, Dandim mengirim air bersih.

“Saya terima kasih sekali kepada Pak Dandim dan Pak Danramil yang membantu warga kami air bersih. Terus terang, namanya air kebutuhan pokok, berapapun jumlahnya seakan tidak cukup,” ujar Muhamad Nurtinggal, Kades Jeladri, saat menunggui warganya berebut air bersih babtuan Kodim 0819.

Kata Kades, proyek pipanisasi ini sesuai rencana mengalir pada 2019. Tapi faktanya sampai sekarang tidak rampung-rampung.  Malah ada kabar bahwa proyek tersebut mangkrak.  Pasalnya ada dugaan kontraktilornya kabur.  Kalau fakta itu benar, mestinya Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf brrtindak tegas.  Kintraktor itu harus dipolisikan, ” tegas Nurtinggal.

Diakui Kades, pipa-pipa sudah ditanam hingga ke desa-desa di atasnya.  Di Desa Jeladri sendiri merupakan tempat tandon air bersih.  “Faktanya sampai sekarang tandon air tidak ada.  Kesannya proyek pipanisasi ini mangkrak. Warga minta supaya air bersih ini segera mengalir, ” papar Kades. (zaelani)

 

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply