BeritaTerkini

Pengacaranya Sakit, Sidang I Perkosaan Anak Dibawah Umur Ditunda

106Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Sidang kasus pemerkosaan gadis di bawah umur dengan tersangka, Mohamad Dayat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan, ditunda besok Rabu (26/06/2019). Informasi penundaan ini disampaikan oleh pendamping korban dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak), M.  Daniel.

“Mestinya sidang perdana digelar hari ini (Selasa, 25/06/2019). Tapi, karena PH nya sakit, sidang ditunda besok, ” ujar Daniel. Desela-sela waktu menunggu sidang di ruang tunggu di PN Kota Pasuruan, kepada wartawan media ini, Daniel menyampaikan harapannya agar aparat kepolisian bisa segera menangkap empat pelaku lain yang sudah menjadi DPO kepolisian.

“Alamat dan identitas empat pelaku yang melarikan diri sudah dikantongi polisi. Harapan saya polisi segera meringkusnya, ” harap Daniel. Menurut Daniel, kasus ini adalah kejahatan yang luar biasa. Seorang anak dibawah umur diperkosa rame-rame oleh lima orang pelaku dari geng rape. Kasus ini menjadi kejahatan luar biasa karena pelaku lebih dari satu orang dan harus menjadi perhatian khusus bagi penegak hukum dan semua elemen masyarakat.

“Masalah ini harus segera dituntaskan dengan menangkap seluruh pelaku untuk segera disidangkan dan dihukum dengan hukuman yang setimpal.  Kalau tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi keselamatan anak-anak di republik ini, ” tegas Daniel.

Lebih lanjut Daniel menuturkan, kasus kejahatan terhadap anak, melanggar Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun. Pelaku dewasa akan diancam dengan hukuman penjara paling sedikit 10 tahun hingga 20 tahun. Jika melakukan pidana yang sama hingga dua kali akan dihukum dengan hukuman potong “burung” alias di kebiri.

Keluarga korban memiliki harapan yang sama dengan Daniel. agar seluruh pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Juber paman korban, mewakili keluarga besarnya, tidak terima dengan perlakuan pelaku terhadap korban. Menurutnya hukuman berat harus dijatuhkan ke pelaku, karena pelaku tidak hanya merenggut kehormatan korban tapi sudah membuyarkan masa depannya.

Pelaku juga merampas uang, anting, gelang dan cincin korban. “Mestinya pelaku kena pasal berlapis, karena disamping memperkosa juga merampas harta keponakan saya, ” tegas Juber.

Juber menambahkan, keluarga korban ingin meluruskan informasi yang dimuat di beberapa media masa, bahwa pelaku adalah pacar korban. Yang benar, pelaku adalah teman baru korban yang dikenalkan oleh teman korban yang bernama Rizal. Dari perkenalan ini korban dan pelaku sering melakukan chatingan di media sosial Face Book.

“Pelaku bukan pacar korban tapi teman barunya yang dikenalkan oleh teman korban yang bernama Rizal, ” jelas Juber.

wartawan : mulyo prabowo

editor.          : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply