BeritaBirokrasiTerkini

Pemkot Pasuruan Sedang Menggali Potensi Di Kampung-Kampung Untuk Tujuan Wisata Baru

54Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Kota Pasuruan yang terdiri dari empat kecamatan memang minim sumber daya alam, begitu juga dengan sumber daya manusianya, masih butuh pembinaan dari pemerintah. Jujugan wisatanya hanya satu.  Yaitu wisata religi makam KH. Abdul Khamid di Mesjid Jamik Al-Anwar.

Oleh sebab itu, pemerintah sedang menggali potensi yang lain. Potensi tersebut justru ada di kampung-kampung di kawasan kota ini. Harapannya, potensi tersebut bisa dikembangkan menjadi obyek kunjungan wisata baru berdasarkan kekhasan (tematik) kampung masing-masing.

Misal, kampung mebel. Di kampung ini turis atau wisatawan bisa melihat langsung cara membuat mebel bahkan belajar dan langsung praktek membuatnya. Dan hasil karya masyarakatnya bisa dijadikan oleh- oleh cenderamata khas Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pasuruan, Dyah Permatasari menuturkan, pihaknya telah melakukan langkah pemetakan kampung-kampung yang memiliki kekhasan (tematik). Pemetaan diambil dari jaring aspirasi masyarakat atau usulan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait.

Hasilnya, terdapat kurang lebih 7 (tujuh) kampung yang memiliki kekhasan (tematik) yaitu, kampung religi, kampung KB, kampung batik, kampung mebel, kampung logam, kampung pecinan dan kampung Budaya. Selain itu, sedang dikumpulkan data-data dari kampung yang memiliki kekhasan lain seperti, kampung gerabah, kampung jahe, kampung kelengkeng dan lain-lain.

Selanjutnya akan dilakukan langkah -langkah pembinaan berupa sosialisasi maupun pendampingan dari dinas PRKP maupun OPD yang lain, pada saat penyusunan pra desain kampung tematik, maupun pada saat pra konstruksi. Semua desain dan tema diambil dari usulan atau masukan dari tokoh masyarakat dan warga.

“Sampai saat ini memang masih belum semua kampung yg memiliki ke khasan (tematik ) ditindak lanjuti dengan penyusunan pradesain. Hal tersebut menyesuaikan anggaran serta prioritas kegiatan, ” jelasnya.

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut dukungan anggaran masih tergolong kecil. Misal, untuk kegiatan pengembangan sarpras kawasan tematik di dinas PRKP pada th 2019, hanya dianggarkan Rp 1.709.157.500, dana ini hanya cukup untuk pembangunan kampung religi di 2 kelurahan. Yakni Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Kandangsapi serta kampung KB di Kelurahan Panggungrejo.

Pengembangan kampung tematik tersebut kedepannya diharapkan mampu menarik masyarakat dari luar Kota Pasuruan untuk datang menikmati keunikan dan kekhasan di kampung tematik. Kegiatan ini dapat meningkatakan kesejahteraan masyarakat sekitar kampung tematik dari sisi ekonomi. Tentu saja dukungan anggaran akan sangat menentukan percepatan program ini.

Hal lain yg dapat ditingkatkan dari kegiatan ini yaitu kolaborasi antar OPD di lingkungan Pemkot Pasuruan dalam rangka mendukung peningkatan ekonomi dan wisata Kota Pasuruan.

“Untuk suksesnya program kampung tematik, kami mendukung dalam bentuk kegiatan pembangunan dan peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana umum penunjang dari kebutuhan untuk kampung tematik tersebut. Seperti infrastrukturnya, baik jalan, saluran air dan penerangan jalan lingkungan, dan lainnya, ” terang Mita, sapaan kesehariannya.

wartawan : mulyo prabowo

editor.          : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply