BaliBeritaDenpasar

Kapolda Bali dan AFP Bahas Isu Eksploitasi Online Anak-anak

human trafficking, Eksploitasi Online, Kapolda Bal, ACCCE

11Views

 

Denpasar,  Bali Siaranpublik.com, – Masalah perdagangan manusia (human trafficking) sudah menjadi masalah nasional dan internasional yang berlarut-larut, yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tepat, baik oleh
pemerintah setiap negara maupun organisasi-organisasi internasional yang berwenang dalam
menangani masalah perdagangan manusia tersebut.

Isu perdagangan manusia terutama kasus ekploitasi anak menjadi topik pembahasan saat Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose bertemu dengan Detective Superintendent yang juga Koordinator ACCCE, Daniel Evans dan Ketua JACET, Frank Rayner di AFP Quensland, Australia , Jum’at (21/6/2019). ACCCE dan JACET bekerjasama untuk menjaga anak-anak Australia agar tidak menjadi korban eksploitasi anak.

Daniel Evans selaku Koordinator ACCCE mengatakan, Australian Centre to Counter Child Exploitation (ACCCE) diresmikan oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada tanggal 25 Maret 2018. Misi ACCE adalah mendorong respons nasional untuk secara bersama-sama melawan eksploitasi online anak-anak.

Menurutnya ACCCE dibangun dengan 4 pilar (4P), yaitu Prevent (mencegah), Prepare (mempersiapkan), Pursue (mengejar) dan Protect (melindungi) melalui pondasi kemitraan.

“ACCCE juga menyatukan dan menggabungkan para pemangku kepentingan dan mitra utama serta menggerakkan upaya untuk melawan eksploitasi anak,” ucap Daniel Evans.

Kemudian Frank Rayner menjelaskan, kepanjangan JACET adalah Joint Anti Child Exploitation Team. Tim ini merupakan tim gabungan yang bekerja dalam melawan eksploitasi anak.

“JACET menyediakan platform nasional yang kolaboratif dan terkoordinasi di lembaga kepolisian untuk mengatasi aktivitas yang tidak pantas terkait dengan eksploitasi seksual anak-anak,” ujar Frank Rayner.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose sepakat untuk bekerjasama dalam penanganan kejahatan eksploitasi anak.

Jenderal asal Manado ini menilai sebagian besar cara penanganan kejahatan eksploitasi anak di Indonesia dan Australia.

Misalnya anak-anak yang menjadi korban akan tetap mendapat pendampingan dari pihak keluarga maupun LSM. Kemudian untuk identitas korban akan dirahasiakan atau tidak akan diekspose.

Kerjasama ini sangat penting dilakukan karena wilayah Indonesia sering menjadi pintu masuk perdagangan
manusia ke Australia.

“Apabila ada informasi terkait pelaku yang akan datang ke Pulau Bali agar segera diinformasikan ke Polda Bali. Saya berharap kerjasama ini terus ditingkatkan,” kata Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. dan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.

“Dengan kerja sama yang baik, kita pasti berhasil mencegah dan mengungkap kasus eksploitasi anak,” sambung Kapolda Bali.

 

 

Sumber:  Humas Polda Bali

siaranpublik
the authorsiaranpublik

Leave a Reply