BeritaBirokrasiTerkini

Haul Sayyid Hasan Sanusi (Mbah Slagah)

18Views

PASURUAN,  Siaranpublik.com

Sayyid Hasan Sanusi yang dikenal dengan “Mbah Slagah” adalah salah satu mubaligh dan mujahid yang ada di Kota Pasuruan. MbH Slagah menjadi pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan gigih menyebarkan agama Islam.  Khususnya di Kota Pasuruan. Mbah Hasan Sanusi di juluki Macan Putih.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, bertempat di Turba Makam Mbah Slagah, Rabu (12 /2019) bertepatan hari kedelapan bulan Syawal 1440 Hijriah / 2019 Masehi (Lebaran Kupatan), digelar haulnya. Maksud dan tujuannya, untuk mengenang jasa-jasanya.

Haul Sayyid Hasan Sanusi atau Mbah Slagah dihadiri Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo,  Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Ismail Hasan,  Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudariyatno dan Dandim 0819. Tak itu saja, ada pula Keluarga Besar Almagfurlah Mbah Slagah, para Habaib, alim ulama Kota dan Kabupaten Pasuruan, para Kyai, para Ustadz.

Lalu ada Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Hasan Bin Hud Bin Muhammad Assegaf, Mantan Walikota Pasuruan periode tahun 2000-2010 Bapak H. Aminurokhman, SE.MM, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Bapak H. Muzammil Syafii, Ketua MUI Kota Pasuruan, dan Ketua PCNU Kota Pasuruan serta para jamaah.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, ST mengajak para jamaah Haul untuk dapat meneruskan perjuangan Mbah Slagah yang ikhlas dalam berjuang. Mengenang jasanya sekaligus , untuk mengimplementasikan dalam membangun bangsa dan negara. Khususnya Kota Pasuruan. Tak klah pentingnya,  lanjut Wawali, menjaga persatuan dan kesatuan antara ulama dan umaro demi terciptanya Kota Pasuruan yang kondusif.

Dalam kesempatan ini Wakil Walikota Pasuruan sangat menghargai acara peringatan Haul Mbah Slagah ini. Acara ini sekaligus sebagai upaya untuk memantapkan nilai-nilai sosial ketimuran yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan merupakan ciri kepribadian atau jati diri bangsa mutlak diperlukan di tengah persaingan di era global.

Beberapa kalangan meyakini bahwa bangsa yang berhasil di era global adalah bangsa yang berhasil mengikuti kemajuan zaman namun tetap tidak kehilangan jati dirinya. “Kita berharap mampu bersaing di era global dengan tetap menampilkan jati diri dan identitas kita sebagai seorang muslim,” ujar Raharto Teno Prasetyo.

Ditambahkan,  semoga melalui acara haul ini, semua mampu memetik suri tauladan dari Mbah Slagah dan makin memantapkan kepedulian terhadap nasib sesama. Termasuk, terhadap nasib para penyandang masalah sosial yang saat ini memerlukan uluran tangan.

Sementara itu,  Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf menyampaikan, wanita yang cantik adalah wanita yang solehah, begitupun juga anak yang bermanfaat bukan anak yang berpangkat tapi anak yang soleh. Harta melimpah bukan kebahagiaan tapi harta yang bermanfaat bagi masyarakat.

Gerakan aktifitas yang betul-betul dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT, maka sadarlah hidup di dunia bertaqwalah kepada Allah SWT. Orang hidup sederhanalah yang menjadi tenang hidupnya di dunia. Sebaliknya bukan kehidupan yang berharta berpangkat yang tenang hidupnya.

Bersyukurlah bagi orang yang menerima rezeki yang baik, kalau ingin hidup didunia jangan ambisi kepada dunia jangan sampai tertipu dunia dan setan. Siapapun jangan mau diadu domba oleh organisasi apapun dan jangan saling membantu dalam permusuhan dan perbuatan dosa. Kebahagiaan surga itu untuk orang yang berharap dan berusaha beribadah kepada Allah SWT.

Dunia ini untuk orang yang mau meninggalkan kepentingan dunia. Kebahagiaan diatas dunia dapat diraih oleh orang yang tidak ambisi atas kepentingan dunia, maksudnya semua gerak geriknya adalah hanya berbuah ibadah kepada Allah SWT.

“Semoga berkat Haul Mbah Slagah Bangsa Indonesia menjadi aman, masyarakat Pasuruan menjadi lebih bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT sehingga Pasuruan menjadi aman dan tentram,” pesan Habib Taufik. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply