BeritaTerkini

Warga Desa Ambal-ambil Resah, Sudah 1 Tahunan Desanya Dijadikan Tempat Pembuangan Limbah B3

37Views

PASURUAN, Siaranpublikcom

Warga Desa Ambal-ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, sebulan belakangan resah. Bahkan, sepekan ini warga mulai marah. Pasalnya, desanya dijadikan tempat pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Ada limbah padat adan ada limbah cair.

Limbah padat dibuang ditengah pemikiman padat penduduk. Dari lokasi pembuangan hanya berjarak belasan meter saja. Ada tiga titik tempat pembuangan limbah padat ini. Limbahnya sendiri diangkut dengan menggunakan dump truk.  Tiap hari ada sekitar 5 – 9 dump truk.  Kendaraan ini masuk desa pada jam-jam tertentu. Mulai sore menjelang Maghrib dan malam hari diatas pukul 21.00.

Bau yang ditimbulkan dari bekas wadah barang pabrik itu sangat mengganggu warga. Baunya sangat menyengat. Bau tambah menyengat  bila malam hari. Semuanya ada di Dusun Krajan. “Kalau malam hari baunya tambah gak enak. Menyesakkan dada dan menusuk hidung, ” kata warga.

Sementara limbah cair dibuang di pinggiran galian tambang liar tidak jauh dari lokasi pembuangan limbah padat. Kira-kira hanya berjarak sekitar 500 meteran.  Mobil tangki yang membawa limbah cair ini masuk ke lokasi tambang liar  milik warga Mojokerto, melalui jlan tersendiri dari arah timur. Jarak masuknya sekitar 300 meteran.  Tiap hari diperkirakan ada sekitar 50.000 liter limbah cair.

Warga selama ini tidak bisa berkutik karena takut dengan intimidasi oknum perangkat desa dan preman-preman yang tiap saat keliling sekitar lokasi.  Ada preman yang menjaga tambang dan ada pula preman yang menjaga atau mengamankan pembuangan limbah.

Asmad, Kepala Desa Ambal-ambil, kepada wartawan media ini mengakui kalau mendapatkan uang dari pihak  yang membuang limbah. Hitungannya dengan cara per tangki dan per dump truk.  Sayang, Kades tidak merinci berapa nilainya. Namun informasi yang dihimpun media ini, hitungan totalnya, tiap hari hari Kades dan perangkat menerima kisaran Rp 600 ribu. Sebagian dari itu disumbangkan ke mesjid yang tidak tahu dari lokasi tempat pembuangan limbah.

“Pembuangan limbah B3 sembarangan melanggar Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, tentang Lingkungan Hidup. Aparat, utamanya pihak kepolisian tidak boleh diam. Ini harus ditindak, ” tegas Rahmad Cahyono, Sekretaris Markas Daerah (Mada) Jatim Laskar Merah Putih Indonesia.

Kata Cahyono, ini murni kejahatan lingkungan yang terstruktur oleh perusahaan besar yang diduga melibatkan aparat desa. Seharusnya aparat desai tidak menutup mata. Cahyono meminta kepada petugas Polres Pasuruan untuk turun ke lokasi. Dugaan sementara, pabrik yang membuang limbah adalah salah satu pabrik yang ada di Sidoarjo dan Gresik.

“Pokoknya harus ditelusuri, karena ada dugaan melibatkan banyak oknum,” pungkas Rahmad Cahyono. Cahyono berjanji akan mengikuti dan terus mengawal masalah ini sampai ada yang jadi tersangka. Baik dari pihak pabrik yang membuang limbahnya, maupun sopir truk tangki dan sopir dump truk. Termasuk oknum aparat desa yang memberi lokasi pembuangan dan pemilik tanahnya. Ditutup atau dilabg membuang buka beararti tindakan melanggar hukumnya selesai. (zaelani)

 

 

 

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply