BeritaPolitikTerkini

Salah Hitung, TPS 22 Bugul Kidul Sepakat Hitung Ulang

20Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Rekapitulasi suara pemilu 2019 di Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan,  tidak berjalan mulus. Di hari yang ke empat Selasa (23/04/2019) muncul persoalan. Masalahnya, PPK, PPS, Panwascam dan saksi parpol sepakat menghitung ulang lembar surat suara dari kotak TPS 22 di Perumahan Bugul, Kelurahan Bugul, Kecamatan Bugul Kidul.

Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Bugul Kidul, Mas’ud, kesepakatan hitung ulang terjadi karena suara di form C1 hologram TPS 22 yang berada di Perumahan Bugul Kidul, total perolehan suara partai, membengkak menjadi 300 an suara. Padahal, surat suara yang digunakan pemilih sesuai dengan DPT sebanyak 225 lembar. Angka jumbo ini membuat PPK menghentikan sementara proses rekapitulasi dan sepakat dihitung ulang. Hitung ulang digelar hari Selasa (23/04/2019) sore.

“Kesalahan petugas Kelompok Pemungutan Suara ( KPPS) TPS 22 adalah, memasukkan coblosan di nama caleg ke dalam kolom jumlah suara caleg dan suara partai. Sehingga terjadi pembengkakan total suara partai menjadi 300 an, dari jumlah surat suara yang gunakan.pemilih sesuai DPT sebanyak 225 surat suara. Sedangkan surat dari KPU sebanyak 286, untuk surat suara DPRD Provinsi, “urainya.

Tidak semua lembar surat suara yang dihitung ulang. Hanya surat suara pemilihan legeslatif DPR RI, DPRD provinsi dan suat suara pemilihan legeslatif DPRD Kota Pasuruan. Hitung ulang ini disaksilan langsung Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Tehnis, Bashori dan Ketua Bawaslu Kota Pasuruan, M. Anas.

Bashori mengatakan, kejadian ini murni kesalahan tulis. Mungkin petugasnya kelelahan. Lagi pula usianya masih mudah dan minim pengalaman. Yang jelas tidak ada unsur kesengajaan. “Dengan hitung ulang ini bisa diketahui secara obyektif perolehan suara masing-masing parpol, “jelasnya. Dia tidak mau berspekulasi tentang kesalahan KPPS dalam memasukan angka-angka. Menurutnya, semuanya akan jelas kalau surat suarnya dihitung ulang.

Komentar yang sama disampaikan oleh M. Anas. Menurutnya, tidak ada unsur kesengajaan, semua petugas di TPS kelelahan. Akibatnya terjadi kesalahan memasukan angka di lembar plano. “Planonya sudah salah, otomatis salinannya ke form C1 milik Pengawas TPS (PTPS) dan saksi juga salah, “ujar Anas.

wartawan : mulyo prabowo

editor.         : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply