BeritaTerkini

Alasan Samsuri Kabur Dari Tahanan Mapolresta, Karena Takut Jadi Bulan-bulanan Temannya Di Lapas

62Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Yang melatarbelakangi nekatnya Samsuri, tersangka narkoba kabur dari tahanan Mapolresta Pasuruan, karena Samsuri takut jika nanti dirinya ada di Lapas akan jadi bulan-bulanan teman-temannya. Samsuri mendengar ancaman ini dari teman-temannya yang belakangan membesuk dirinya saat di tahanan Mapolresta.

Setelah dihitung-hitung daripada mati konyol, dirinya memilih kabur dari tahanan Mapolresta.  Dengan cara menggergaji terali besi sel, Samsuri bersama 3 temannya berhasil kabur.  Apes bagi Samsuri yang kabur pada 23 Maret lalu, akhirnya berhasil dibekuk kembali pada 11 April.

Kedua kaki Samsuri terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap.  Samsuri(46) warga desa Cukur Gondang, kecamatan Grati, Kabupatrn Pasuruan dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas gabungan dari Reserse Narkoba dan Reserse Kriminal di persawahan Dusun Karangselem, Desa Sumber Dawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Kasat Reserse Narkoba, AKP Yuwono mengatakan, penangkapan DPO ini berawal dari informasi yang dihimpun polisi, jika Samsuri  berada di rumah Agus paman Fatimah teman Samsuri. Tidak buang-buang waktu, tim khusus langsung mengarah ke rumah Agus di Dusun Karangselem Desa, Sumber Dawe Sari, Kecamatan Grati. Benar, Samsuri lagi santai di teras rumah Agus.

Disaat polisi hendak menangkapnya, Syamsuri lari ke arah persawahan. Dan terjadi kejar-kejaran. Terpojok, Samsuri melawan petugas. Tidak mau resiko petugas melumpuhkannya dengan tembakan yang bersarang di kaki Samsuri.

Dari hasil pemeriksaan petugas, diketahui, buronan ini melarikan diri
dibantu temannya, yang bernama Beni bin Bambang yang pura-pura membesuknya dengan membawa gergaji. Alat inilah yang digunakan untuk melarikan diri. Teman baik Samsuri ini sekarang ikut mendekam bersama sobatnya setelah ditangkap di rumahnya di Panggungrejo.

“Atas perbuatannya, Samsuri disangka dengan pasal 170 KUHP tentang pengrusakan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun kurungan penjara. Dan Beni disangka dengan pasal 56 KUHP karena membantu dan bersekongkol melawan hukum, diancam maksimal 15 tahun penjara. Tiga tahanan kabur lainnya, masih diburu petugas, ” jelas AKP Yuwono.

wartawan : mulyo prabowo
editor .        : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply