BeritaBirokrasiTerkini

Pertahankan Warisan Leluhur, Pemkot Pasuruan Gelar Lomba Membatik Tingkat SD/MI

70Views

PASURUAN, Siaranpublik.com

Sejak 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and intangible Heritge of Humanity atau warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi. Batik sebagai karya tradisional dan bagian tidak terpisahkan dari Indonesia. Untuk mempertahan seni dan budaya ini, Pemkot gelar lomba Membatik Tingkat SD/MI Negeri dan Swasta.

Lomba ini juga masih dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan Ke 333. Penyelenggaranya,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan. Acara dipusatkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan, Selasa (26/3/2019).

“Lomba tersebut bertujuan sebagai upaya untuk melestarikan batik yang merupakan salah satu kearifan lokal Kota Pasuruan. Dengan cara ini kita dapat mempertahankan dan mengembangkan khasanah Batik Nasional,” ungkap Wakil Walikota, Raharto Teno Prasetyo.

Wawali juga berharap, Batik Kota Pasuruan menjadi lebih bervariasi dan bisa dikenal pula di tingkat Nasional atau bahkan Internasional. “Selain itu, dengan Lomba Membatik juga bisa menghasilkan motif batik baru yang inovatif sekaligus menumbuhkan generasi pembatik di Kota Pasuruan,” ujar Wakil Walikota Pasuruan di hadapan Sekretaris Daerah, Kepala OPD, dan Kepala Sekolah SD/MI Negeri.

Sedang Plt Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaaan, Ir. Siti Zuniati, MM mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakan lomba membatik adalah untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap batik dan menjadi inspirasi bagi siswa, guru, sekolah dan orang tua untuk ikut serta dalam mengembangkan kemajuan teknik membatik.

Ini juga sekaligus sebagai upaya mengajak anak-anak mengenal batik. Dengan begitu, mereka akan tahu warisan tradisi nasional. “Kami berharap, mereka juga akan mencintainya serta sebagai motivasi dan mendorong anak – anak agar dengan kesadarannya mau merawat dan melestarikan serta menumbuh kembangkan warisan budaya agar tetap lestari dan terjaga,” papar Siti Zuniati.

Pesan Wakil Walikota, lomba ini sengaja diadakan dengan menyasar pelajar SD guna menumbuhkan jiwa entrepreunership sejak dini kepada anak–anak. Dengan terbentuknya karakter siswa untuk berkreativitas. maka akan tercetak  embrio wirausaha masa depan. Lebih lanjut dikatakan, potensi batik di Kota Pasuruan saat ini semakin menunjukkan kemajuan.

Tanpa disadari, imbuh Raharto Teno,  ternyata sudah banyak sekolah yang memiliki dan menguasai teknik membatik yang benar. Dengan semakin bertambahnya peningkatan kualitas pembatik, pasti akan memberikan dampak bagi berkembangnya sektor ekonomi kreatif masyarakat. (zaelani)

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply