BeritaPariwisataTerkiniWisata

Tim Ahli Cagar Budaya Propinsi Jatim Kagumi Bangunan P3GI, Gereja dan Hotel Darussalam

101Views

PASURUAN,  Siaranpublik.com

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dari Provinsi Jawa Timur hadir di Kota Pasuruan, Kamis (07/03). Tim ahli  terdiri dari ahli sejarah, benda-benda purbakala, ahli arsitek, ahli pencatat cagar budaya dan lainnya hadir memenuhi permintaan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Pasuruan. Rombongan TACB yang dipimpin Endang Prasanti dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jatim, diterima oleh Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Ir. Siti Zuniati, MM beserta stafnya.

“Kami mengundang TACB dengan tujuan untuk memperjelas status obyek cagar budaya yang sudah tercatat, apakah masih layak katagori cagar budaya atau tidak. Misalnya, jika ada bangunan kuno bersejarah yang sudah mengalami perubahan sebagian, apakah ini masih bisa dikatagorikan cagar budaya, ” tanya Siti Zuniati kepada TACB.

Ketua rombongan, Endang Prasanti menjelaskan, bahwa TACB hanya bertugas memberi rekomendasi terhadap obyek yang telah diinventarisir oleh tim pencatat cagar budaya dari pemerintah. “Kami akan lakukan verifikasi atau mencocokkan catatan cagar budaya milik pemerintah dengan kondisi riil di lapangan. Ada 19 obyek cagar budaya yang diberikan pada kami, dan akan kami periksa satu persatu, ” jelasnya.

Sasaran pertama TACB adalah bangunan peninggalan Belanda yang ada di perkantoran Pusat Penelitian Perusahaan Gula (P3GI). Pusat penelitian yang konon dibangun pada tahun 1700 an ini membuat kagum TACB, karena tampak depan bangunan masih terlihat asli. Tembok dan ornamen di dalamnya juga banyak yang masih utuh. Seperti, pilar, langit-langit, daun pintu, jendela dan masih banyak lagi.

Ditambah dengan monumennya berupa mesin penggilingan tebu yang masih utuh dan tertulis angka pembuatan 1829. Namun, bangunan asli kolonial ini sudah dikelilingi oleh bangunan baru. Sebagian lagi ada penambahan bangunan disisi bangunan kuno. namun tidak mengurangi kesan kekunoannya.

Disela-sela mengamati bangunan peninghalan Belanda ini, Endang Prasanti menjelaskan ke awak media, walaupun ada penambahan ornamen atau bangunan tambahan, asalkan tidak mengurangi kesan aslinya minimal 80%, itu masih bisa masuk katagori bangunan cagar budaya.

Menurutnya, penetapan cagar budaya tidak boleh kaku, harus luwes. “Karena perkembangan jaman, kita dihadapkan dua hal yang bertabrakan. Disatu sisi kita punya tanggung jawab menjaga keasliannya. Disisi lainnya kebutuhan ruangan tambahan juga besar,” ujarnya.

Hasil rekomendasi TACB terhadap obyek yang masuk katagori cagar budaya, sebaiknya harus segera ditetapkan. Selah ditetapkan, akan ada aturan-aturan terkait perawatan dan pembangunannya. Manfaat lainnya, akan berguna dalam perencanaan penataan ruang dan wilayah kota pusaka. Sehingga, bangunan mana yang harus dipertahankan secara utuh atau dibangun sebagian atau dibongkar sama sekali.

“Hasil rekomendasi TACB sangat banyak manfaatnya untuk pengembangan pembangunan tata kota. Karena bangunan cagar budaya jelas kena imbasnya. Namun jika konsep pembangunan kota pusaka mengikuti bangunan cagar budaya, akan tercipta sebuah kota ramah lingkungan. Karena pada dasarnya bangunan kuno sangat ramah lingkungan, ” jelas Endang.

Setelah dari P3GI, tim berlanjut ke bangunan gereja tua yang hanya berjarak sekitar 5 ratus meter di utara P3GI. Namanya Gereja Khatolik St. Antonius Padova. Peresmian gedung, 28 juli 1895. Peresmian sebagai Paroki 13 Juni 1932. Gereja inipun juga terlihat asli pada tampak depannya. Ornamennya juga tergolong kuno. Bangunan utamanya asli kuno, terpisah dengan bangunan tambahan disisi selatan. Bangunan inipun juga membuat TACB berdecak kagum.

Satu lagi maskot bangunan kuno Kota Pasuruan yang diverifikasi TACB, adalah Hotel Darussalam. Bangunan satu ini membuat para ahli cagar budaya ‘gila”, Bagaimana tidak, keaslian bangunan milik Hanif ini hampir 100% asli. Mulai dari lantai, bangunannya, perabotannya, langit-langitnya, ekteriornya, semua asli, hingga tim ahli cagar budaya minim komentar. Setelah menikmati keindahan Hotel Darussalam, rombongan berlanjut ketempat bangunan kuno lainnya. Masih tersisa 16 bangunan lagi yang harus dikunjungi.

wartawan : mulyo p.

editor .        : zaelani

Siaran Publik
the authorSiaran Publik

Leave a Reply